TEMPO.CO, Jakarta -- Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku siap diperiksa oleh Panitia Pengawas Pemilu pada Senin mendatang. "Saya tidak takut," ucapnya melalui pesan pendek pada wartawan, Jumat, 3 Agustus 2012.
Rhoma diperiksa Panwaslu Jakarta karena ceramahnya yang bernada SARA dinilai menghina pasangan calon Joko Widodo-Basuki Tjahaja. Ia berceramah pada Minggu malam lalu di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sebelum salat tarawih.
Panwaslu Jakarta hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rhoma. Meski mengatakan tak takut, ia urung datang dalam pemeriksaan yang harusnya digelar pagi tadi.
"Jadwal saya padat," ujarnya. Ia mengaku harus absen karena memenuhi undangan khotbah pada salat Jumat di Bogor.
Ia kemudian membeberkan alasannya tidak takut diperiksa sebagai terlapor oleh Panwaslu. "Saya menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Apakah hal itu salah?" ujarnya. Ia mengatakan hanya membicarakan kebenaran dalam setiap ceramahnya.
Ia mengaku menyampaikan ceramah tersebut dalam keadaan sadar. Maka ia tidak menyangka ceramahnya itu akan membuatnya dipanggil Panwaslu DKI Jakarta. Meski demikian, Rhoma mengaku siap menjalani konsekuensi apabila ceramahnya terbukti melanggar tindak pidana pemilukada atau tindak pidana umum.
Dengan berani, Rhoma juga mengatakan menampik sejumlah bantuan hukum yang ditawarkan padanya. Tim kampanye Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sempat menghubunginya untuk menawarkan bantuan hukum. "(Juga) sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Namun saya tolak semua karena saya tidak takut," ujar Rhoma.
Rhoma berpotensi dijerat Pasal 78 huruf (b) dan (i), serta Pasal 116 ayat 1 UU 32 Tahun 2004 atas ulahnya tersebut. Hukumannya maksimal 18 bulan penjara. Ia melanggar aturan soal kampanye di luar jadwal, menghina pasangan calon dengan isu SARA, dan berkampanye di dalam tempat ibadah.
http://www.tempo.co/read/news/2012/08/04/228421283
Pinter dakwah, pinter ngaji, tapi kelakuannya bejad. . Ngaca dulu kalo mau khotbah drmh Allah. \'Muka\' agama dpake bwt kesombongan, baca lg tu Alquran, mana ada Nabi yg sombong. . \'Kafir\' itu yg pura2 beragama tp mengingkari Tuhan. Gtu bener gk pak Haji? Kalo salah ya maap, sy soalnya msh blm pintar
Rhoma diperiksa Panwaslu Jakarta karena ceramahnya yang bernada SARA dinilai menghina pasangan calon Joko Widodo-Basuki Tjahaja. Ia berceramah pada Minggu malam lalu di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sebelum salat tarawih.
Panwaslu Jakarta hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rhoma. Meski mengatakan tak takut, ia urung datang dalam pemeriksaan yang harusnya digelar pagi tadi.
"Jadwal saya padat," ujarnya. Ia mengaku harus absen karena memenuhi undangan khotbah pada salat Jumat di Bogor.
Ia kemudian membeberkan alasannya tidak takut diperiksa sebagai terlapor oleh Panwaslu. "Saya menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Apakah hal itu salah?" ujarnya. Ia mengatakan hanya membicarakan kebenaran dalam setiap ceramahnya.
Ia mengaku menyampaikan ceramah tersebut dalam keadaan sadar. Maka ia tidak menyangka ceramahnya itu akan membuatnya dipanggil Panwaslu DKI Jakarta. Meski demikian, Rhoma mengaku siap menjalani konsekuensi apabila ceramahnya terbukti melanggar tindak pidana pemilukada atau tindak pidana umum.
Dengan berani, Rhoma juga mengatakan menampik sejumlah bantuan hukum yang ditawarkan padanya. Tim kampanye Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sempat menghubunginya untuk menawarkan bantuan hukum. "(Juga) sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Namun saya tolak semua karena saya tidak takut," ujar Rhoma.
Rhoma berpotensi dijerat Pasal 78 huruf (b) dan (i), serta Pasal 116 ayat 1 UU 32 Tahun 2004 atas ulahnya tersebut. Hukumannya maksimal 18 bulan penjara. Ia melanggar aturan soal kampanye di luar jadwal, menghina pasangan calon dengan isu SARA, dan berkampanye di dalam tempat ibadah.
http://www.tempo.co/read/news/2012/08/04/228421283
Pinter dakwah, pinter ngaji, tapi kelakuannya bejad. . Ngaca dulu kalo mau khotbah drmh Allah. \'Muka\' agama dpake bwt kesombongan, baca lg tu Alquran, mana ada Nabi yg sombong. . \'Kafir\' itu yg pura2 beragama tp mengingkari Tuhan. Gtu bener gk pak Haji? Kalo salah ya maap, sy soalnya msh blm pintar