Prabowo-PM Lee Dialog di Singapura, Beri Kuliah di Kampus NTU, Prabowo Mau Jadi Deng Xiaoping-nya Indonesia.
Sat, 04/08/2012 - 01:48 WIB
JAKARTA,RIMANEWS-Prabowo Subianto yang disebut-sebut sebagai salah seorang tokoh yang berpeluang memenangkan pemilihan presiden mendatang bertemu dengan Presiden Singapura Lee Hsien Loong di Singapura baru-baru ini. Prabowo mengunjungi Singapura selama beberapa hari untuk berbicara di berbagai forum di negeri jiran itu. Foto pertemuan Prabowo dan BG Lee ini dimuat di halaman Facebok mantan Danjen Kopassus, mantan Pangkostrad dan mantan menantu Soeharto itu.
Kedatangan Prabowo Subianto ke Singapura memberikan suatu kesempatan yang unik dan berharga bagi masyarakat Indonesia di Singapura untuk menyaksikan kuliah umumnya yang bertema "Indonesia Facing the Future: Challenges for the Next 20 Years" (1 Agustus 2012). Acara yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Nanyang Technological University (NTU) ini mendapatkan respons positif, baik dari kalangan masyarakat Indonesia maupun non-Indonesia di Singapura. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari penuhnya penonton yang datang ke kuliah umum ini. Bahkan, banyak yang aplikasi pendaftarannya ditolak karena kuota kursi sudah habis.
Sehari setelah kuliah umum berlangsung (2 Agustus 2012), koresponden IPA Voices dan rekan-rekan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Singapura berkesempatan untuk mengikuti jamuan makan malam bersama Prabowo Subianto di Raffles Hotel, Singapura. Dalam acara makan malam sekaligus dialog ini, Prabowo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), memberikan beberapa nasehat sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh para pelajar.
Prabowo mengawali dialog makan malamnya dengan mengingatkan para pelajar Indonesia di Singapura untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepada mereka sehingga mereka dapat belajar di luar negeri. Beliau juga mengingatkan para pelajar untuk menyeimbangkan antara IQ dan EQ, memperluas jaringan dan pandai bergaul, serta menjauhkan diri dari bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. "Dulu semasa saya masih di TNI, saya adalah tipe orang yang tidak begitu peduli dengan pandangan orang terhadap saya. Asalkan saya bisa mengerjakan tugas dengan baik, saya tidak peduli mau orang suka atau tidak suka dengan saya. Sekarang, saya menyesali itu karena nyatanya networking itu penting sekali. Seperti kata pepatah: a thousand friends are too few, one enemy is too many," ujar mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ini.
Menanggapi pertanyaan yang diajukan mengenai nasionalisme pelajar di luar negeri, idealisme, serta loyalitas, Prabowo menerangkan bahwa baginya, nasionalisme itu mempunyai banyak tipe, tidak harus selalu kembali ke Indonesia. Malahan, bekerja lima sampai enam tahun di luar negeri itu adalah sesuatu yang bagus dalam pandangannya. Terkait soal loyalitas, beliau mengakui bahwa loyalitas itu sangat penting dan harus selalu dipertahankan, kecuali jika atasan kita sudah mulai mengarah ke hal-hal yang negatif. "Saya itu suka sekali nonton film-film kungfu dan samurai. Dalam film-film seperti itu, kental sekali rasa loyalitas tokoh-tokohnya kepada gurunya, atasannya, saudara seperguruan, dan sebagainya. Ya kecuali kalau sudah ke arah yang negatif, kalian mau jadi mafia, ya susah," jelasnya sambil tertawa.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiINyxFNws9Twm-mS9mRCANdVg-bFdxZ-VjTSQu4aoImpqopKOs7hbnzCDoHXjvNKRC9-42RHNWwN_TV0XbM4gki_U3ViAxs2he3dTLjgYlQ76CvWEb7J2g-5WgMTUSP2iVCxL4uX7Zr1I/s640/1.jpg)
Dalam obrolan Kamis malam ini, Prabowo juga menjawab cukup banyak pertanyaan dengan menekankan pentingnya clean government sebagai solusi atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, mulai dari solusi untuk menumbuhkan iklim persaingan yang sehat dan bersih antar para pengusaha serta untuk menciptakan Indonesia yang dapat menjamin keamanan warganya. "Semuanya kembali lagi kepada clean government. Kalau pemerintahnya bersih, pengusaha yang bersih tidak perlu khawatir kalah tender akibat saingannya yang dekat dengan orang pemerintahan. Sebenarnya praktek KKN ini tidak cuma terjadi di Indonesia saja kok, orang-orang asing pun banyak yang suka begini," terangnya. "Untuk masalah security, pemerintahan yang bersih juga penting. Naikkan gaji para oknum penegak hukum. Kalau gajinya kecil, bisa-bisa bukannya melindungi, tapi nanti mereka yang malah memanfaatkan kesempatan untuk mencari uang tambahan." Lalu bagaimana kita bisa mengetahui mana orang-orang yang bersih dan mana yang tidak? Untuk pertanyaan ini Prabowo menekankan pentingnya peran teknologi, khususnya internet dan social media saat ini.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxNCb7AmrcnETm2uN0oYBWBl36rHDIpr4gOh077saWWCATwN6cPHPJCISPzbp8qLJnCmkBNmzHMNrng-FP8WtdmFyJAvRh41Xhp8s5e61ooZbKpBwIw9f_xwpovkXRX3ZgFbZxSWzAYw0/s640/2.jpg)
"Media massa itu bisa dimanipulasi. Tapi internet? Kita punya Facebook, Twitter, dan sebagainya. Siapa yang bisa menutup internet ini? Siapa juga yang bisa memonitor satu per satu account Facebook dan Twitter ini? Kita harus mau berusaha, cari tahu dari media-media sosial di internet ini tentang kredibilitas seorang kandidat. Lantas, seandainya menurut kita kandidat yang ada tidak bagus semua, ya jangan menyerah. Kalau kalian menyerah dan bahkan tidak mau menggunakan hak suara kalian, nanti hak suara-hak suara tak bertuan itu bisa disalahgunakan pihak lain. Saran saya, coba diskusi dulu dengan orang-orang yang kamu percayai, yang lebih wise. Kaum muda ini harapan saya, mudah-mudahan kita bisa memulai perubahan dari generasi kalian ini," ujar pria kelahiran 17 Oktober 1951 ini.
Saat ditanya mengenai apakah Indonesia akan mencontoh reformasi yang terjadi di China selama 30 tahun belakangan ini serta tanggapannya mengenai pengusaha di Indonesia, Prabowo mengaku dirinya sering dicap sebagai sosialis padahal kenyataannya tidak. "Cita-cita saya adalah menjadi Deng Xiaoping-nya Indonesia. China itu benar-benar contoh yang menggabungkan hal-hal terbaik dari kapitalisme dan sosialisme. Dia terbuka dengan perdagangan, tetapi di sana juga masih ada peran pemerintah yang kuat. Itu yang harus kita contoh. Saya ini tidak anti pengusaha, wong saya juga pengusaha kok. Akan tetapi, ada baiknya bank-bank pemerintah yang selama ini sering memberikan kredit untuk masyarakat membeli mobil dan motor produksi asing, sekarang mengganti fokusnya menjadi penyokong pengusaha-pengusaha lokal."
Prabowo juga mencontohkan mengenai usaha parfum. Menurutnya, parfum ini salah satu komoditi potensial untuk dikembangkan di Indonesia lalu dijual ke luar negeri, apalagi mengingat Indonesia kaya akan berbagai jenis bunga-bungaan serta minyak atsiri yang bisa dijadikan bahan baku untuk membuat parfum. "Seperti yang saya utarakan dalam kuliah umum saya, saya ingin melaksanakan big push strategy, dalam artian kita fokus ke beberapa sektor untuk didorong dan dikembangkan. Saya yakin, ke depannya Indonesia bisa menyamai rekor pertumbuhan ekonomi China, yaitu sekitar 12 13% per tahun", tutur Prabowo mengenai analisisnya di bidang ekonomi.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQXYRtFgaXEzAbVYQiRRKyucfC5Qi2RgJHQw2t-j6yzNoxzvCSiKRRCAC44gqWGn_i_CC3e3-Px7OZfsHEytmGRxhYbbZFlsPpwGvcn8V0uMK4ZB0zM3zbf_glPEVG1GdB3jB0bMH01BA/s640/3.jpg)
Dalam kesempatan ini,Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah kabar dirinya mundur dari kepengurusan DPP Partai Gerindra. "Tolong diluruskan, saya tidak mundur. Saya baru saja selesai makan malam dengan Pak Prabowo di Singapura," kata Fadli Zon saat dihubungi redaksi, Selasa (31/7). Fadli Zon juga mengatakan, dirinya akan menemani Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sampai besok. "Besok saya juga akan menemani Pak Prabowo untuk ceramah di Rajaratnam School of International Studies," sambungnya.
Saat ini, sambung Fadli Zon, keadaan internal Partai Gerindra baik-baik saja. Sekalipun ada perbedaan pendapat, intinya dinamika partai yang normal. Lalu bagaimana dengan keluarnya Halida Hatta dari partai, bukankah ia keluar karena kecewa dengan partai? "Ya itu (keluarnya Halida Hatta) adalah pukulan bagi kami. Ada alasan pekerjaan dan keluarga. Ada juga mungkin kekecewaan. Tapi, kritik Mbak Halida sangat kami perhatikan dan jadi catatan," ujarnya lagi
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyaDsoFHX3-Ufwv9hQ-fmGU0EKha0qNHAx9Cx5XyREVLZ0Km7o1vh0zAlAxSc0XLdws3w0LlXx5iG2DUKyMK5tVZjaWBz4pqTErvVi3P6gIjaa9vIBjl6KhP_3hzbQyrMgtVZF1vC39sQ/s640/315336_10150938500306179_713669265_n.jpg)
Tahun 1990-an, Prabowo Subianto adalah seorang jenderal yang ditakuti, menantu mantan presiden Suharto, dan diduga berada di balik aksi penindasan para aktivis demokrasi. Kini, ia menjadi salah satu calon kuat presiden Indonesia berikutnya. Beberapa survei menempatkan sosok kontroversial tapi karismatis ini sebagai unggulan untuk menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hasil pemilu presiden 2014 akan menentukan apakah Indonesia akan tetap menjadi poros kemakmuran dan stabilitas di Asia Tenggara, atau malah terjerumus kembali ke dalam kesemrawutan pasca-krisis moneter 1998.
[Lanjut ke bawah]
http://www.rimanews.com/read/2012080...abowo-mau-jadi
---------------------
Terus manfaatnya apa? Buka-buka isi perut negara sendiri ke negara jiran kayak begitu? Ingin simpati? Emangnya rakyat Singapore ikut menentukan siapa yang bakal dipilih rakyat Indonesia di tahun 2014 kelak?