[ X ] Close

Kamis, 19 Juli 2012

PP VS IPK di Medan, Kali Ini Adu Mulut Di Kantor Polisi

Quote:

Drama Saling Jawab di Kantor Polisi


BENTROK berkepanjangan PP – IPK tak pelak membuat polisi harus berkepala dingin guna mendamaikan 2 kubu massa itu. Demi mengembalikan suasana Kota Medan yang aman dan damai, pihak Polresta Medan kemarin (17/7) siang bahkan menggelar temu silaturahim dengan para pentolan PP dan IPK.

Bersama sejumlah kader IPK, Sekretaris DPD IPK Kota Medan Zainal hadir dalam acara bertajuk perdamaian itu. Dari PP, Ketua PP Kota Medan Boyke Turangan hadir bersama sejumlah anggotanya. Pertemuan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) lantai 2 Gedung Polresta Medan itu juga turut dihadiri

Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Syaiful Bahri Lubis, Ka Sat Pol PP M. Sofian, serta Ketua KNPI Medan Zulham.

Diapit Letda Edi Hutabarat (utusan dari Kodim), Kasat Reskrim Kompol Yoris Marzuki Sik, Wakapolresta Medan ABKP Pranyoto tampil sebagai mediator upaya perdamaian itu. "Pertemuan ini merupakan lanjutan peristiwa (bentrok Minggu) lalu agar diselesaikan untuk menciptakan keamanan Kota Medan," demikian Pranyoto membuka pertemuan yang tampak tegang itu. Harapan senada juga dilontar Ketua KNPI Zulham.

Dialog menjadi tegang saat Ketua PP Medan Boyke Turangan angkat bicara. Bentrok di sela acara pelantikan seorang ketua PP yang digelar dekat Gedung Putih Jl. Sekip, pada Minggu (15/7) siang lalu kembali disoal.

"Kami dapat informasi pas saat kawan (PP) kita dilantik, ramai kawan-kawan IPK di tempat pelantikan," kata Boyke.

Setengah jam kemudian, sambungnya, tiba-tiba sudah terjadi keributan. "Setengah jam kemudian sudah terjadi konflik, ada yang dibacok ada yang dipanah. Kalau Kapolda tidak datang, bisa ribuan (massa) yang datang ke Sekip," Boyke mengenang seramnya bentrok di siang bolong itu.

Nah, atas insiden tak diinginkan itu, Boyke lalu cerita ganti rugi.

"Kita minta agar IPK menanggung biaya perobatan 3 kader kita yang terluka dan mengganti rugi kereta yang dibakar," pintanya diamini 7 kader PP yang hadir.

Apa kata Zainal utusan IPK? "Kami tidak tahu ada pelantikan di situ," bukanya membalas Boyke. "Kita belum tahu, kader kita atau tidak yang melakukannya (aksi bacok dan bakar –red)," tangkis Zainal. Pun begitu, imbuhnya, permintaan pihak PP akan diteruskan ke Pimpinan IPK.

Jawaban Zainal tak memuaskan Boyke. "Saya bisa pastikan (pelaku pembacok dan pembakar motor) itu IPK," serang Boyke. Karena berujung saling ngotot benar, AKBP Pranyoto pun langsung memutus dialog itu seraya mengaku pihak Polresta Medan akan menanggung semua biaya yang diinginkan pihak PP.

Tapi bantuan tulus dari Polri itu langsung ditangkis Boyke. "Sama aja, kalau gitu kami aja pun bisa! Berapa perak lah itu!" kata Boyke. Mendengar itu, Pranyota lalu coba mendinginkan suasana. Ia mengajak

Boyke, Zainal, serta Wakil Wali Kota Dzulmi Eldin masuk ke ruangan khusus.

Lima belas menit kemudian, empat tokoh itu kembali ke Ruang Rupatama. Hasilnya? Kesepakatan damai serasa masih jauh panggang dari api. Hingga sore kemarin, pertemuan itu masih belum mempertemukan titik temu perdamaian antara PP dan IPK.

"Sudah kita sampaikan dan yang atas sudah tahu mengenai masalah ini. Saya tidak bisa mutuskan, keputusan di tangan pemimpin," kata Zainal soal tuntutan biaya ganti rugi yang diminta PP.

"Pertemuan ini akan ditindaklanjutin lagi masing-masing lapisan sehingga bisa diselesaikan," Pranyoto coba menyejukkan sejumlah wartawan yang meliput pertemuan itu. "Proses hukum akan tetap berjalan untuk ditegakkan sesuai aturan," tandasnya. (eza/sal)
http://www.posmetro-medan.com/?p=4736

baik kali polisi kita, mau mengeluarkan duit negara untuk mengobati peliharaannya yg terluka:berdukas