seharusnya penyakit masyarakat yg suka jajan harus diberantas malah dibekali, gimana gak jadi human traficking krn permintaan konsumen banyak??? jangan biarkan negeri ini hancur
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_t8KMf7OaWYR_Zh7bB3YGYuJvmnUHws31mEqrrIVYyz86agoHNcQkikX3ZaBqbExogMktSVhK7Dj4Q5vAuffjBJ7fKdI02lNCFiWqNfqDvaM27PsnkL=s0-d)
Kupang - Sejumlah lokalisasi prostitusi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kehabisan kondom. Pasalnya, jumlah pengunjung ke tempat itu meningkat.
Pekerja seks komersial di Karang Dempel berinisial YD mengatakan dia biasanya hanya melayani dua orang pelanggan per hari. Namun saat ini dia harus melayani 9-12 pelanggan. "Jumlah pelanggan yang harus dilayani meningkat tajam," katanya.
Di Karang Dempel, terdapat tiga blok kamar yang digunakan para penghuni. Setiap blok terdapat 20-30 kamar, sehingga total kamar yang ditempati pelacur di situ mencapai 100 orang.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) NTT Gusti Brewon membenarkan habisnya kondom di Karang Dempel. Namun pihaknya sedang berupaya meminjam kondom dari tempat lain.
"Benar, kondom habis karena tingginya pengunjung ke lokalisasi itu," katanya.
Menurut dia, stok kondom memang terbatas karena pengiriman kondom dari KPA Pusat terlambat. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKKBN untuk segera mengirim kondom ke tempat itu.
"BKKBN akan segera mengadakan dan mengirim kondom ke lokalisasi," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...2-Orang-Sehari
Kupang - Sejumlah lokalisasi prostitusi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kehabisan kondom. Pasalnya, jumlah pengunjung ke tempat itu meningkat.
Pekerja seks komersial di Karang Dempel berinisial YD mengatakan dia biasanya hanya melayani dua orang pelanggan per hari. Namun saat ini dia harus melayani 9-12 pelanggan. "Jumlah pelanggan yang harus dilayani meningkat tajam," katanya.
Di Karang Dempel, terdapat tiga blok kamar yang digunakan para penghuni. Setiap blok terdapat 20-30 kamar, sehingga total kamar yang ditempati pelacur di situ mencapai 100 orang.
Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) NTT Gusti Brewon membenarkan habisnya kondom di Karang Dempel. Namun pihaknya sedang berupaya meminjam kondom dari tempat lain.
"Benar, kondom habis karena tingginya pengunjung ke lokalisasi itu," katanya.
Menurut dia, stok kondom memang terbatas karena pengiriman kondom dari KPA Pusat terlambat. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKKBN untuk segera mengirim kondom ke tempat itu.
"BKKBN akan segera mengadakan dan mengirim kondom ke lokalisasi," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...2-Orang-Sehari