Moshe Silman, pelaku aksi bakar diri saat unjuk rasa enam hari lalu akhirnya tewas hari ini setelah dirawat hampir sepekan di Rumah Sakit Sheba, Tel Hashomer, Israel. Menurut keterangan dokter nyawanya tidak dapat diselamatkan lantaran dia menderita luka bakar tingkat tiga atau mencapai 94 persen.
Surat kabar Haaretz melaporkan, Jumat (20/7), seluruh teman dan kerabat dekat Silman berkumpul setelah keluarganya menginformasikan pria paruh baya itu sekarat. Mereka semua bakal melaksanakan ritual Yahudi, Shiva, yakni berdoa selama tujuh hari bagi jenazah dan arwah orang meninggal.
Sabtu pekan lalu Moshe Silman nekat bakar diri saat sedang mengikuti aksi unjuk rasa menuntut perbaikan nasib buruh. Teman-teman dekatnya mengatakan dia melakukan hal itu lantaran tidak kuat bertahun-tahun hidup miskin.
Dari catatan yang ditinggalkan di lokasi, Silman mengaku nekat karena tidak diterima bekerja di banyak tempat selama beberapa tahun terakhir, padahal dia membutuhkan uang untuk berobat karena mengidap stroke. "Dua proyek pembangunan kementerian tidak mau mempekerjakan saya, pemerintah Israel sama saja sudah merampok saya," tulis Silman dalam surat itu.
Warga, kebanyakan kelas pekerja, berunjuk rasa sepekan terakhir karena biaya hidup semakin tinggi di Israel. Rezim Zionis dinilai tidak berpihak pada pekerja dengan menerapkan sistem kontrak bagi banyak pekerja di pelbagai sektor, termasuk kantor-kantor pemerintah. Bagi para pegiat, kasus Silman adalah masalah mayoritas warga Israel.
Akibat insiden bakar diri ini, pengunjuk rasa dari Partai Buruh mendapatkan momen untuk menekan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
http://www.merdeka.com/dunia/demonst...meninggal.html
koment TS= kasihan :berdukas
Surat kabar Haaretz melaporkan, Jumat (20/7), seluruh teman dan kerabat dekat Silman berkumpul setelah keluarganya menginformasikan pria paruh baya itu sekarat. Mereka semua bakal melaksanakan ritual Yahudi, Shiva, yakni berdoa selama tujuh hari bagi jenazah dan arwah orang meninggal.
Sabtu pekan lalu Moshe Silman nekat bakar diri saat sedang mengikuti aksi unjuk rasa menuntut perbaikan nasib buruh. Teman-teman dekatnya mengatakan dia melakukan hal itu lantaran tidak kuat bertahun-tahun hidup miskin.
Dari catatan yang ditinggalkan di lokasi, Silman mengaku nekat karena tidak diterima bekerja di banyak tempat selama beberapa tahun terakhir, padahal dia membutuhkan uang untuk berobat karena mengidap stroke. "Dua proyek pembangunan kementerian tidak mau mempekerjakan saya, pemerintah Israel sama saja sudah merampok saya," tulis Silman dalam surat itu.
Warga, kebanyakan kelas pekerja, berunjuk rasa sepekan terakhir karena biaya hidup semakin tinggi di Israel. Rezim Zionis dinilai tidak berpihak pada pekerja dengan menerapkan sistem kontrak bagi banyak pekerja di pelbagai sektor, termasuk kantor-kantor pemerintah. Bagi para pegiat, kasus Silman adalah masalah mayoritas warga Israel.
Akibat insiden bakar diri ini, pengunjuk rasa dari Partai Buruh mendapatkan momen untuk menekan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
http://www.merdeka.com/dunia/demonst...meninggal.html
koment TS= kasihan :berdukas