SBY: Mari Kembali ke Bhineka Tunggal Ika
TEMPO.CO , Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan seluruh elemen bangsa agar memegang teguh Bhineka Tunggal Ika. Terutama untuk menghindari terjadinya benturan atau pertentangan antar suku, agama, dan ras di tengah masyarakat.
"Marilah di era ini kita kembali ke Bhineka Tunggal Ika," kata Yudhoyono saat berbuka puasa bersama dengan pimpinan lembaga negara di kediaman Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2012. "Tidak ada alasan apapun untuk tidak saling menghormati, menjaga toleransi, dan harmoni."
Menurut SBY, Indonesia telah mengalami masa-masa sulit pada sekitar 13-14 tahun lalu ketika terjadi konflik komunal di tengah masyarakat. Untuk menyelesaikannya, ia melanjutkan, butuh waktu yang panjang dalam membangun kepercayaan. "Oleh karena itu mari kita rawat baik-baik. Jangan ada yang mencederai perdamaian dan kasih sayang."
Yudhoyono menjelaskan, kondisi dunia akan terus berubah di mana ada banyak pergeseran. Sebagai contoh, banyak negara berkembang yang mengalami kemajuan. Sedangkan negara-negara di Timur Tengah dan Eropa mengalami masalah.
"Dalam konteks ini, mestinya Indonesia bersyukur. Meski reformasi belum rampung, reformasi, perubahan, dan transformasi adalah keniscayaan," ujar kepala negara. "Tapi satu hal fundamental tak boleh berubah."
PRIHANDOKO
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...medium=twitter
Quote:
| Apa tanggapan bapak dgn maraknya isu SARA di Jakarta?? yang lebih tegas lagi dong pak ! |
Isu SARA Bikin Wisman Menurun
Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Jumat, 03 Agustus 2012 | 14:55
Semua pihak tidak menggunakan isu SARA untuk kepentingan apa pun karena membuka peluang konflik SARA.
Maraknya isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) di ibu kota menjelang Pemilukada DKI 2012 putaran kedua pada 20 September mendatang, dikhawatirkan memperburuk kondisi perekonomian DKI Jakarta yang sudah stabil. Salah satunya, isu SARA akan berefek menurunkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Ketua DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta semua pihak tidak menggunakan isu SARA untuk kepentingan apa pun. Sebab, bila hal itu dilakukan, maka membuka peluang konflik SARA yang menyebabkan keamanan Jakarta akan rusak.
"Padahal keamanan merupakan faktor utama dalam pertumbuhan perekonomian di kota ini. Baik dari sisi investor yang akan menanamkan modal, maupun turis dan pebisnis yang berkunjung di Jakarta melihat hal itu. Jika tidak aman, maka pebisnis, investor maupun turis enggan datang ke Jakarta," kata Sarman, Jumat (3/8).
Perkembangan isu tersebut dapat membuat kondisi kota menjadi tidak kondusif. Apalagi sebagai kota jasa, Jakarta sangat rentan terhadap isu-isu seperti itu. Para pelaku usaha, berharap masing-masing tim sukses dari setiap kandidat dapat bersikap bijak dan segera menghentikan propaganda yang ada untuk menciptakan kondisi yang aman.
"Seharusnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dapat melakukan kegiatan yang simpatik melalui penajaman visi dan misi melalui program yang bersifat mendidik. Bukan malah menggunakan isu SARA untuk dalam strategi pemenangan. Justru malah akan berbanding sebaliknya," tuturnya.
Sarman mengungkapkan selama ini kunjungan wisman cukup baik. Seperti pada Mei 2012, jumlah kunjungan wisman ke Jakarta meningkat 14,29 persen dari April 2012.
"Hal ini dikarenakan selama Januari hingga Mei, suasana di Jakarta tetap aman dan nyaman, sehingga wisman pun merasa tenang berkunjung ke Jakarta," tukasnya.
Namun sayangnya, hal itu berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan wisman ke Jakarta pada Juni. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI melalui 3 pintu masuk yaitu Soekarno-Hatta, Tanjung Priok, dan Halim Perdanakusumah pada bulan Juni 2012 mencapai 175.391 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 8,41 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan Mei 2012 yang berjumlah 191.494 kunjungan.
Jika dibandingkan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman pada Juni 2012 lebih tinggi 2,65 persen.
"Kalau selama Juli hingga September ini tidak dijaga kondisi Jakarta aman, nyaman dan tertib, kemudian isu SARA dibiarkan merebak sepanjan persiapan Pemilukada, maka dikhawatirkan jumlah kunjungan wisman menurun terus menerus. Akibatnya, roda perekonomian pun akan merosot," jelas Sarman.
Penulis: Lenny Tristia Tambun/ Murizal Hamzah
http://www.beritasatu.com/megapolita...n-menurun.html
Quote:
| My Signature |