[ X ] Close

Kamis, 02 Agustus 2012

INACA: Akuisisi Maskapai Domestik Sesuai Aturan. Mandala Dicaplok Tiger kok Diam?

INACA: Akuisisi Maskapai Domestik Sesuai Aturan
Jum''at, 03 Agustus 2012 | 04:02 WIB


TEMPO.CO , Jakarta: Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Tengku Burhanuddin, menyatakan maraknya akuisisi yang dilakukan perusahaan-perusahaan asing terhadap maskapai domestik saat ini sudah sesuai dengan aturan. "Porsi akuisisinya maksimal 49 persen, tidak boleh mayoritas sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Burhanuddin ketika dihubungi.

Soal maraknya akuisisi maskapai asing kepada domestik ini mulai diresahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengaku kaget begitu mendengar kabar maskapai Batavia Air diakuisisi oleh perusahaan penerbangan asal Malaysia, AirAsia. Sebelumnya maskapai Mandala juga diakuisisi oleh Tiger Airways.

Menurut Burhanuddin, sebenarnya pemerintah tak perlu kaget sebab sebelum masuk ke perusahaan Indonesia, maskapai-maskapai tersebut pastinya sudah mendapat izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal maupun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait masuknya modal asing ke dalam negeri.

Lagipula, proses akuisisi tersebut yang masuk business to business juga diperbolehkan oleh undang-undang. "Sehingga tidak perlu dipermasalahkan," ujar dia. Masalah kepemilikan oleh asing, menurut Burhanuddin, jika memang pemerintah berkeberatan bisa diubah undang-undang penanaman modalnya atau mengajak pengusaha dalam negeri untuk membantu usaha penerbangan domestik."Kalau tidak ada jangan disalahkan," tegasnya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...-Sesuai-Aturan


Mandala Airlines: Tiger Airways Selesaikan Akuisisi Mandala
Akan mengadopsi bisnis model Tiger Airways

Senin, 30 Januari 2012 | 19:08

Tiger Airways, maskapai asal Singapura, melalui anak usaha Roar Aviation baru saja menyelesaikan akuisisi 33 persen saham milik Mandala Airlines. Chin Yau Seng, CEO Tiger Airways, mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bisa merampungkan akuisisi tersebut dan saat ini sedang menanti dikeluarkannya ijin operasional dari Kementerian Perhubungan. "Akusisi ini adalah langkah penting untuk menancapkan cakar kami di wilayah ini," ujarnya dalam siaran pers, hari ini.

Tiger Airways akan menguasai 33 persen saham Mandala, Saratoga Group akan mengendalikan 51.3 persen saham, sedangkan15.7 persen sisanya dikuasai oleh pemilik saham sebelumnya dan kreditur Mandala. Mandala saat ini sedang mengurus diterbitkannya kembali sertifikat operasi penerbangan mereka (Air Operating Certificate/AOC) yang dibekukan sejak Januari, 2011 ketika Mandala berhenti beroperasi. Mandala menargetkan AOC bisa diterbitkan bulan depan, lalu dilanjutkan dengan penjualan tiket dan memulai lagi penerbangan bulan April.

Mandala berhenti beroperasi karena menanggung beban hutang sebesar Rp2,4 triliun. Mandala akan mengadopsi bisnis model Tiger Airways dengan menawarkan penerbangan murah ke rute domestik dan internasional yang berjarak lima jam dari Indonesia. Maskapai akan diperkuat oleh armada Airbus A320.
http://www.beritasatu.com/mobile/bis...i-mandala.html


Jalan terjal AirAsia akuisisi Batavia
Selasa, 31 Juli 2012 19:22 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Pengumuman di penghujung Juli mengejutkan dunia penerbangan di Tanah Air, karena maskapai penerbangan milik Malaysia, AirAsia, berniat mengakuisisi maskapai penerbangan nasional, Batavia Air, dengan nilai pembelian 80 juta dolar AS.

Proses untuk mengakuisisi Batavia Air itu dilakukan oleh AirAsia melalui AirAsia Berhad (perusahaan asal Malaysia) dan PT Fersindo Nusaperkasa (pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia). "Setelah berbulan-bulan bernegosiasi, kami akhirnya dapat mencapai kesepakatan untuk menjalin hubungan antara AirAsia dan Batavia Air," kata CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandes, dalam acara jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Tony Fernandes, Batavia Air mengisi kepingan "puzzle" secara sempurna dalam rencana bisnis perusahaan yang dimilikinya antara lain karena Batavia Air memiliki pasar domestik yang kuat. Dengan melakukan "pernikahan yang sempurna" ini, ujar dia, AirAsia menargetkan akan menguasai lebih banyak lagi pangsa pasar penerbangan di Indonesia yang memiliki banyak potensi turisme.

Ia juga menuturkan, dengan jalinan kerja sama tersebut juga diharapkan akan dapat menarik semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia dan membuat semakin banyak warga yang dapat terbang. Tony Fernandes mengemukakan, saat ini AirAsia Indonesia menguasai sekitar tiga persen pangsa penumpang rute domestik dan 41 persen pangsa pasar internasional.

Sementara itu Presiden Direktur Fersindo, Dharmadi, memaparkan bahwa AirAsia Berhad akan memiliki saham di Batavia sebesar 49 persen dan Fersindo sendiri menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen. Dharmadi yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengemukakan, akuisisi 100 persen saham Batavia akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama melalui akuisisi saham mayoritas 76,95 persen.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan akuisisi saham sebesar 23,05 persen yang diharapkan akan selesai pada kuartal kedua 2013, berdasarkan persetujuan regulator di Indonesia. Setelah akuisisi dilakukan, Indonesia AirAsia akan melayani lebih dari 8 juta penumpang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional.

Selain itu, pembelian saham Batavia Air juga secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia AirAsia. Presiden Direktur Batavia Air, Yudiawan Tansari, mengatakan langkah akuisisi ini dilakukan karena persaingan yang ketat sehingga Batavia Air harus membuat aksi perusahaan dan tindakan yang dipilih adalah dengan menjalin pola kemitraan dengan maskapai Air Asia. "Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia yang begitu pesat membuat saya percaya bahwa Batavia Air membutuhkan skala yang lebih besar untuk bersaing dan berkembang," kata Yudiawan Tansari.

Saham di Malaysia naik

"Woro-woro" akuisisi pun berbuah manis buat AirAsia di negeri asalnya. Sehari kemudian pasar saham di negeri jiran itu mengapresiasi dengan naiknya harga saham AirAir dua sen menjadi 3,75 ringgit. Harga saham tersebut bergerak antara 3,75 ringgit dan 3,71 ringgit dengan penjualan sebanyak 1,5 juta lembar saham.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Bernama, Hong Leong Investment Bank Research (HLIB Research) mengatakan akuisisi tersebut memungkinkan AirAsia mengembangkan armada dan jaringannya serta meraup pangsa pasar yang lebih besar. "Batavia merupakan maskapai domestik terbesar ketiga di Indonesia dengan pangsa pasar 14,2 persen, sehingga melengkapi pasar internasional terbesar AirAsia di Indonesia," kata pernyataan dari HLIB Research tersebut.

Namun langkah menguasaan AirAsia terhadap Batavia nampaknya tidak akan semudah dugaan Tony Fernandes. Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima surat resmi terkait dengan proses akuisisi maskapai penerbangan Batavia Air yang dilakukan oleh maskapai penerbangan AirAsia. "Belum ada surat resmi ke Kementerian Perhubungan tentang hal (akuisisi) itu," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti di Jakarta, Jumat (27/7).
http://www.antaranews.com/berita/324...uisisi-batavia

-----------------

Pemerintah harus tegas, kalau akuisisi itu memang melanggar aturan dan UU, ya dibatalkan saja. Jangan setengah-setengah dan plintat-plintut sehingga bikin bingung investor asing di negeri ini. Jangan sampai ada kesan, Tiger Airways kok boleh mengakuisisi Mandala Airlines, tapi kok giliran Air Asia mau mengakuisisi Batavia Air, kesannya kok dipersulit/