Ini Kata Taufiq Kiemas Soal Kans Jokowi di 2014
Rabu, 18/07/2012 21:14 WIB
Jakarta Nama Jokowi berkibar. Wali Kota Solo yang moncer di Pilgub DKI ini tanpa disangka meraup kemenangan di putaran pertama. Suara yang diperlehnya ungggul di 5 wilayah Jakarta. Pemimpin Kota Solo ini sudah naik ke level nasional.
Banyak yang berpikir, Jokowi bisa saja dimajukan PDI Perjuangan untuk 2014. Mungkinkah itu dilakukan PDI Perjuangan? "Kerja keras dulu di Jakarta," kata Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas di sela-sela diskusi Diaspora yang diadakan di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Suami Megawati ini berpesan. Jokowi masih memiliki janji-janji untuk masyarakat Jakarta. Nah, bila terpilih nanti, menang di putaran kedua, tentu harus menuntaskan janji-janji itu. "Janji sama rakyat di Jakarta diselesaikan dulu," tegasnya.
http://news.detik..com/read/2012/07/...owi-di-2014%22
Gerindra: Jokowi Bukan Capres 2014 Tapi 2019
Selasa, 17/07/2012 10:04 WIB
Jakarta Partai Gerindra meyakini Joko Widodo akan memenangkan Pilgub DKI. Namun Jokowi tidak mempersiapkan pilpres 2014, meski terbuka untuk maju di pilpres 2019. "Jokowi tidak tergiur menjadi Capres atau Cawapres tahun 2014. Jokowi akan fokus membenahi Jakarta, kalau terpilih di putaran kedua nanti, Jokowi kita harapkan bisa membangun pemerintahan di DKI yang bersih dan tidak korup. Agar menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Selasa (17/7/2012).
Yang fokus akan dilakukan Jokowi, menurut orang dekat Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto ini, adalah fokus membenahi Jakarta. Karena itu Jokowi harus membuktikan mampu meyakinkan masyarakat Jakarta akan terciptanya Jakarta baru yang lebih baik. "Benang merah yang bisa ditarik dari kemenangan Jokowi adalah rakyat merindukan perubahan. Rakyat merindukan pemerintahan yang bersih dan tidak korup. Sinyal itulah yang harus ditangkap bangsa ini. Karena itu saya yakin Jokowi pasti tidak berminat untuk jadi Capres atau Cawapres, yang relatif tinggal 1,5 tahun lagi,"katanya.
Jika Jokowi sukses mengurus Jakarta, bukan tidak mungkin rakyat akan mendaulat Jokowi menjadi capres dalam Pemilu 2019. Gerindra tak keberatan mengusung Jokowi jika memang rakyat menghendaki. "Mengurus Jakarta agar berhasil membutuhkan hati dan waktu seperti dilakukannya di Solo Jokowi lebih ingin membuktikan bahwa dia bisa memenuhi harapan melakukan perubahan itu. Sebab kalau Jokowi berhasil membenahi Jakarta menjadi bersih, manusiawi dan tidak korup dalam 5 tahun ke depan, saya yakin Jokowi akan didaulat rakyat untuk menjadi Capres pada 2019 yang akan datang,"tegasnya.
http://news.detik..com/read/2012/07/...?992204topnews
Calon Presiden 2014
Fenomena Jokowi Bisa Muncul di Pilpres 2014
Rabu, 18 Juli 2012 14:12 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menjadi fenomena baru dalam perpolitikan dalam negeri. Ketua Badan Litbang DPP Partai Golkar Indra J Piliang mengatakan, Pilkada DKI Jakarta benar-benar akan menjadi cerminan politik lokal dan nasional. "Ini pesan secara nasional, bahwa bisa muncul tokoh tidak terduga sebagai capres," kata Indra dalam diskusi soal Pilkada di Gedung DPD/DPR Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Menurutnya, capres dimaksud bisa menemukan cara untuk mengatasi masalah nasional, lalu didorong dan didukung oleh media massa dan civil society. "Jadi, ada pengaruh Pilkada DKI terhadap pilpres. Fenomena kehadiran Jokowi bisa hadir di pilpres. Siapa tokoh dimaksud kita tidak tahu," ujar Indra. "Tokoh itu bisa muncul secara alamiah melalui pencitraan media dan lainnya," jelasnya.
Wali Kota Solo Jokowi menjadi fenomena di Jakarta. Ia bukan warga Jakarta, namun kesederhanaan dan prestasinya membuat mayoritas warga Jakarta untuk sementara, memilihnya sebagai calon gubernur DKI. Jokowi memenangkan Pilkada DKI putaran pertama versi hitung cepat, dengan mengalahkan incumbent Fauzi Bowo alias Foke
http://www.tribunnews.com/2012/07/18...di-pilres-2014
------------------
Ada yang bilang, Jokowi memang bukan untuk memimpin NKRI di 2014 ini, tapi untuk 2019 dan seterusnya. Dikalangan masyarakat bawah, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bisik-bisik bahwa Satrio Piningit yang dijanjikan memimpin NKRI menuju kemakmuran itu, kemungkinan besar adalah figur seperti Jokowi itu.