Jakarta - Apa jadinya kalau kode-kode dalam sebuah software menggunakan bahasa yang vulgar? Kontroversial pastinya. Ini pula yang dihadapi oleh Microsoft karena memasukkan nama kode yang cenderung bermakna vulgar.
Kisahnya bermula saat Microsoft mendesain kode untuk kernel Linux. Awalnya, tidak ada yang aneh memang bahwa kode gabungan antara huruf dan angka itu terdiri dari "0xB16B00B5". Sampai akhirnya hacker Paolo Bonzini asal Brazil melihat ada yang janggal.
Kejanggalannya adalah kode tersebut dinilai mempunyai bahasa tersirat dalam bahasa Inggris yakni, 'Big Boobs' yang berarti (maaf) 'payudara besar'.
Walau terkesan remeh dan cenderung lucu, Microsoft tidak ingin memperpanjang masalah ini hingga akhirnya menjadi kontroversial. Perusahaan itu pun langsung meminta maaf dan berjanji akan menggantinya.
"Kami berterima kasih terhadap komunitas yang memberikan laporan dan kami sekaligus meminta maaf atas isu yang tidak membuat nyaman tersebut. Kami berjanji akan menggantinya," tulis Microsoft dalam keterangannya, yang detikINET kutip dari Digital Journal, Senin (23/7/2012).
Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata kejadian seperti ini bukan pertama yang dilakukan oleh Microsoft. Pengembang Linux Matthew Garret menyebutkan, pada versi sebelumnya Microsoft pernah merilis kode "0x0B00B135" yang sekilas bisa dibaca 'boobies'. Kebetulan?
=====
programmernya nakal ya? :o
Kisahnya bermula saat Microsoft mendesain kode untuk kernel Linux. Awalnya, tidak ada yang aneh memang bahwa kode gabungan antara huruf dan angka itu terdiri dari "0xB16B00B5". Sampai akhirnya hacker Paolo Bonzini asal Brazil melihat ada yang janggal.
Kejanggalannya adalah kode tersebut dinilai mempunyai bahasa tersirat dalam bahasa Inggris yakni, 'Big Boobs' yang berarti (maaf) 'payudara besar'.
Walau terkesan remeh dan cenderung lucu, Microsoft tidak ingin memperpanjang masalah ini hingga akhirnya menjadi kontroversial. Perusahaan itu pun langsung meminta maaf dan berjanji akan menggantinya.
"Kami berterima kasih terhadap komunitas yang memberikan laporan dan kami sekaligus meminta maaf atas isu yang tidak membuat nyaman tersebut. Kami berjanji akan menggantinya," tulis Microsoft dalam keterangannya, yang detikINET kutip dari Digital Journal, Senin (23/7/2012).
Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata kejadian seperti ini bukan pertama yang dilakukan oleh Microsoft. Pengembang Linux Matthew Garret menyebutkan, pada versi sebelumnya Microsoft pernah merilis kode "0x0B00B135" yang sekilas bisa dibaca 'boobies'. Kebetulan?
=====
programmernya nakal ya? :o