[ X ] Close

Kamis, 19 Juli 2012

Paman & Ponakan ditusbol Anak SMP

Quote:

Paman & Ponakan disodomi Anak SMP


MEDAN-PM
Adalah Bk (8) dan Rk (7). Mereka warga Perumnas Mandala yang berstatus paman dan ponakan. Keduanya telah menjadi korban sodomi 2 orang teman sepermaianannya. Kasusnya, kemarin (19/7) masuk ke meja polisi di Polsek Percut Sei Tuan.
Informasi diperoleh, terkuaknya peristiwa sodomi yang dialami Bk dan Rk, karena kedua pelaku, yakni LS alias Dd (15) dan Kk (15), seluruhnya warga Perumnas Mandala, terlibat pertengkaran dan saling tuduh-tuduhan.
Saat itu, Dd dan Kk yang telah menyodomi Bk dan Rk, saling tuduh. Sehingga pertengkaran yang terjadi di kamplek sekolah dasar, yang tak jauh dari tempat tinggal mereka, terdengar oleh salah satu abang kandung Rk, yang usianya tak beda jauh.
Mendengar itu, abang Rk langsung melaporkannya ke ibu mereka. Marta br Tambunan yang mendengar cerita tersebut, lalu memanggil Rk. Awal ditanyai, Rk sempat tak mau mengaku. Dia malahan menangis. Namun setelah dibujuk, Rk pun 'nyanyi'.
Dari pengakuan itu, ketahuanlah bahwa Rk dan pamannya Bk, telah menjadi korban sodomi. Katanya, aksi Dd dan Kk, teman sepermainan mereka, terjadi di komplek SD, dekat rumah mereka. Peristiwanya berlangsung pada Selasa (17/7) siang.
Menurut Marta br Tambunan, ibu Rk, saat ditemui di rumahnya, anaknya hanya mendapat pelecehan seksual dari Kk. "Pengakuan anakku, ia hanya disuruh isap-isap kemaluan si Kk saja," ujarnya.
Marta br Tambunan mengatakan, Kk tersebut dikenal ada kurang-kurangnya alias keterbelakangan mental. Berdasarkan cerita Rk, yang menyuruh mengisap kemaluan si Kk adalah si Dede.
Sementara menurut S br Napitupulu, orang tua Bk, anaknya telah dua kali disodomi oleh Dd. Sebelumnya dilakukan pada satu hari, juga di tempat yang sama. Waktu itu, hari sedang siang bolong, tak lama setelah pulang jam sekolah.
Masih berdasarkan pengakuan Bk kepada orang tuanya, sebelum disodomi oleh Dd, korban sempat disuruh mengisap-ngisap kemaluan bocah SD yang baru duduk di bangku kelas 3 itu.
Setelah mengetahui kejadian yang menimpa anak mereka, S br Napitupulu dan Marta br Tambunan, yang masih punya hubungan keluarga, langsung mendatangi rumah Dd yang jaraknya hanya beberapa gang dari tempat tinggal mereka.
"Kami sempat menjumpai orang tuanya si Dd. Rencananya untuk membicarakan permasalahan itu. Tapi waktu kami datang ke situ, ayah si Dd malah marah-marah sama kami," ujar S br Napitupulu. "Mungkin si Dede sudah dirondokkan mamaknya, karena hari ini sudah tak nampak lagi di rumahnya," tambah Marta.
Penjelasan Marta br Tambunan, aksi sodomi Dd dan Kk sempat diketahui oleh salah seorang anak yang bernama Mesa (12). Kemarin, Mesa juga sempat ikut mendatangi kediaman Kk bersama keluarga korban.
Namun Mesa saat itu malah ditakut-takuti oleh orang tua Dede. "Mau kau jadi saksi? Dipanggil-panggil ke kantor polisi? Capek kau nanti," ujar Marta br Tambunan yang menirukan ucapan ibu Dd.
Sementara itu, S br Napitupulu menjelaskan, akibat aksi sodomi itu, sampai sekarang ini, dubur anaknya, Bk masih terasa perih. Lantaran tidak ada jalan damai, kasus itu pun sampai ke Polsek Percut Sei Tuan.
"Si Dd harus ditangkap. Kalau si Kk, kami juga telah mengadukan ke orang tuanya. Dan orang tua si Kk berucap kepada kami, terserah anaknya mau diapai," ujar Marta br Tambunan.
Guna melengkapi laporan dengan bukti STPL nomor 2045/VII/2012/Reskrim Percut Sei Tuan itu, kedua orangtua korban membuat visum ke RS Pirngadi Medan, kemarin (19/7). Untuk visum ini, giliran ayah masing-masing yang menemani. Sarwidi orangtuanya BK dan Bongsu Napitupulu ayahnya Rk.(gus/ris/jhon)
http://www.posmetro-medan.com/?p=4793

buat para orangtua yg punya anak cowok harap hati2 karena bisa menjadi korban penjahat , penjahat bool :genit :batas