Kopi Priangan, Jawa Barat, yang telah lama hilang di peredaran sejak 1930 an, akan kembali di ekspor ke negara Eropa diantaranya Belanda. Rencananya 18 ton kopi yang dulu terkenal dengan nama Java Coffee, segera dikirim dalam waktu dekat ini.
Pemilik dan pengolah kopi Priangan, PT Morning Glory Coffee International, Nathanael Charis mengatakan ekspor kopi Java Preanger telah dilakukan oleh perusahaannya dilakukan sejak tahun 2009 silam. "Karena gagal panen beberapa tahun ini kembali terhenti," katanya.
Dia bercerita sejak berabad-abad lalu, kopi asal Jawa Barat tersebut selalu menjadi komoditas paling ditunggu di dunia. Setiap kapal laut VOC berlabuh ke Pulau Jawa, kopi dari Priangan menjadi bawaan utamanya selain rempah-rempah dan lainnya. "Dari sanalah kopi Priangan yang kemudian dikenal di Eropa dan seantero dunia sebagai Java Coffee atau Java Preanger Coffee," katanya seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (29/7).
Kopi Priangan, kata Nathanael, banyak disukai karena punya rasa yang disebut mild oleh para penikmat kopi. Namun, pengiriman kopi terhenti di tahun 1924 karena masalah hama karat daun yang menyerang seluruh tanaman kopi di Jawa Barat hingga musnah. "Pada tahun 1997, komoditas kopi kembali ditanam di Jawa Barat namun memakai benih kopi jenis arabica dari Aceh Tengah," katanya.
Dia mengaku untuk merayu petani kembali menanam kopi sangat sulit karena harga yang dinilai rendah. Pihaknya terus melakukan pendekatan dan mengedukasi petani Jawa Barat, agar produk kopinya bisa langsung diterima pasar internasional. "Pada mulanya tidak dianggap. Tapi syukurnya, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, mau memfasilitasi pertemuan itu di Garut pada tanggal 13 Mei 2008," katanya.
Pada awalnya, hanya 150 petani dan pengolah kopi Jawa Barat yang berkomitmen menanam kopi kembali. Pihaknya, Nathanael, saat itu mendatangkan buyer dari Australia yaitu yang menjelaskan tentang pasar kopi internasional. "Syukur akhirnya petani mau kembali menanam dan berhasil ekspor ke Australia," ujarnya.
http://www.merdeka.com/uang/kopi-pri...r-kembali.html
sejak 1930 hilang dari peredaran
sekarang berhasil lagi :selamat:2thumbup
Pemilik dan pengolah kopi Priangan, PT Morning Glory Coffee International, Nathanael Charis mengatakan ekspor kopi Java Preanger telah dilakukan oleh perusahaannya dilakukan sejak tahun 2009 silam. "Karena gagal panen beberapa tahun ini kembali terhenti," katanya.
Dia bercerita sejak berabad-abad lalu, kopi asal Jawa Barat tersebut selalu menjadi komoditas paling ditunggu di dunia. Setiap kapal laut VOC berlabuh ke Pulau Jawa, kopi dari Priangan menjadi bawaan utamanya selain rempah-rempah dan lainnya. "Dari sanalah kopi Priangan yang kemudian dikenal di Eropa dan seantero dunia sebagai Java Coffee atau Java Preanger Coffee," katanya seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (29/7).
Kopi Priangan, kata Nathanael, banyak disukai karena punya rasa yang disebut mild oleh para penikmat kopi. Namun, pengiriman kopi terhenti di tahun 1924 karena masalah hama karat daun yang menyerang seluruh tanaman kopi di Jawa Barat hingga musnah. "Pada tahun 1997, komoditas kopi kembali ditanam di Jawa Barat namun memakai benih kopi jenis arabica dari Aceh Tengah," katanya.
Dia mengaku untuk merayu petani kembali menanam kopi sangat sulit karena harga yang dinilai rendah. Pihaknya terus melakukan pendekatan dan mengedukasi petani Jawa Barat, agar produk kopinya bisa langsung diterima pasar internasional. "Pada mulanya tidak dianggap. Tapi syukurnya, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, mau memfasilitasi pertemuan itu di Garut pada tanggal 13 Mei 2008," katanya.
Pada awalnya, hanya 150 petani dan pengolah kopi Jawa Barat yang berkomitmen menanam kopi kembali. Pihaknya, Nathanael, saat itu mendatangkan buyer dari Australia yaitu yang menjelaskan tentang pasar kopi internasional. "Syukur akhirnya petani mau kembali menanam dan berhasil ekspor ke Australia," ujarnya.
http://www.merdeka.com/uang/kopi-pri...r-kembali.html
sejak 1930 hilang dari peredaran
sekarang berhasil lagi :selamat:2thumbup