Modali Caleg Rp 10 M, Nasdem Sukses Gaet 37 Anggota DPR
Sabtu, 21/07/2012 11:09 WIB
Jakarta Partai Nasional Demokrat (Nasdem) benar-benar mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2014. Sebanyak 37 anggota DPR dari berbagai parpol akan bergabung dengan Nasdem di Pemilu Legislatif 2014. Partai Nasdem memang menjanjikan modal caleg antara Rp 5-10 miliar untuk kursi DPR RI. Wajar saja kemudian banyak anggota DPR yang tertarik untuk bergabung. "Kalau sekarang yang dari DPR RI ada sekitar 37 anggota yang sudah berkomitmen, kita lihat saja nanti,," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).
Nasdem memang fokus menggaet caleg dari kade partai lain yang sudah duduk di kursi legislatif dan terbukti bisa menjaring dukungan. Diharapkan strategi ini bisa mengangkat perolehan suara Nasdem di Pemilu 2014 nanti. "Komunikasi terus kita bangun dengan anggota DPR baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Beberapa anggota DPR dari kabupaten kota sudah mulai mundur bergabung dengan Nasdem," katanya. "Tapi kita tidak hanya fokus mengambil kader partai lain. Kita juga melakukan kaderisasi internal untuk penguatan partai," pungkasnya.
http://news.detik.com/read/2012/07/2...37-anggota-dpr
37 Politisi Demokrat Dikabarkan 'Loncat' ke NasDem
Selasa, 24 Juli 2012 06:47
Hal ini diutarakan Ketua Umum Patrice Rio Capela yang menyebut sebanyak 37 kader Partai Demokrat sudah menjalin komunikasi intensif dengan partai yang ia pimpin. "Pada saatnya mereka akan menyebrang," kata Patrice. Rencana penyebrangan kader Partai Demokrat ke Partai NasDem disebutkan karena elektabilitas partai penguasa itu terus jeblok. Seperti riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang terbaru pada awal Juni lalu sebesar 11,3 persen. Angka ini di bawah perolehan Partai Golkar yang mencapai 20,9 persen dan PDI Perjuangan sebesar 14 persen.
Elektabilitas Partai Demokrat memang belakangan drop hingga di urutan ketiga setelah Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Penurunan ini dalam berbagai analisa riset politik dikarenakan kasus korupsi yang menimpa sejumlah kadernya seperti Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum.Jika merujuk sejarah Partai Demokrat, sejatinya sejumlah kader Partai Demokrat juga berasal dari partai politik lainnya. Sebut saja Ruhut Poltak Sitompul dari Partai Golkar, Andi Mallarangeng berasal dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Hayono Isman dari Partai Golongan Karya (Golkar), dan Benny K Harman dari PKPI
http://pesatnews.com/read/2012/07/24...ncat-ke-nasdem
Andi Nurpati: Kader Demokrat ke NasDem Kutu Loncat
Senin, 23 Juli 2012 | 14:22 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat tidak menampik jika ada kadernya yang kemungkinan masuk ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Untuk itu, Partai Demokrat meminta kadernya yang di DPR untuk segera mundur."Jika ada kader PD, apalagi kalau anggota DPR akan pindah ke Nasdem, maka yang bersangkutan wajib mundur dari Partai Demokrat di DPR," tegas Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Andi Nurpati, saat dihubungi, Senin (23/7/2012).
Demokrat ingin publik tahu siapa saja politisi yang kutu loncat. Walaupun sebelumnya mereka adalah kader Partai Demokrat. "Dengan demikian, Partai Demokrat sudah tahu bahwa yang betul-betul kader akan terseleksi secara alam," katanya.Menurut Nurpati, kemungkinan anggota Partai Demokrat untuk menyeberang ke Partai NasDem bisa saja terjadi. Apalagi, iming-iming dana yang yang besar membuat kader rela meninggalkan partai yang pernah dibesarkan."Mungkin daya tarik biaya caleg Rp5 miliar sampai dengan Rp10 miliar di NasDem cukup menggiurkan beberapa orang, sehingga rela meninggalkan partai yang sudah membesarkannya," ujarnya. Walau demikian, pihaknya tidak bisa menghalang-halangi keinginan kader tersebut. Sebab, itu hak semua orang. "Menghargai hak seseorang untuk memilih dan menentukan hak politiknya. Silahkan masyarakat yang menilai," tambah Nurpati.
http://nasional.inilah.com/read/deta...em-kutu-loncat
37 Politikus di DPR Akan Bergabung ke Nadem?
Senin, 23/07/2012 - 03:07
JAKARTA,(PRLM).-Sedikitnya ada sekitar 37 politikus di DPR yang sudah melakukan penjajakan maupun komitmen untuk bergabung dengan Partai Nasional Damokrat menjelang Pemilu 2014. Hal ini diakui Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, Minggu (22/7). Capella mengungkapkan, ketertarikan para wakil rakyat itu karena mereka melihat adanya semangat perubahan yang konsisten disuarakan partainya. "Selama ini kami sudah membangun komunikasi yang intens. Mereka dari lintas partai. Kami tentu menyambut baik niat mereka untuk berjuang bersama kami dalam gerbong perubahan," ujarnya.
Dia optimistis, dalam dua tahun ke depan, bakal semakin banyak tokoh dan politikus yang bergabung dengan Nasdem. Lantas, siapa saja mereka? Dengan alasan etika politik, Rio belum bersedia menyebutkannya. Dia juga enggan mengungkapkan dari partai apa mayoritas anggota dewan yang bakal bergabung dengan Nasdem. Yang jelas, bergabungnya mereka ke Nasdem tinggal menunggu waktu. "Soal kapan waktunya,ya kita tunggu saja," ujarnya.
Dia juga menekankan, rencana bergabungnya puluhan politikus senayan dari lintas partai ke Nasdem tidak ada hubungannya dengan wacana Partai Nasdem yang akan memberikan dana sosialisasi atau kampanye bagi para calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung pada Pemilu 2014.
Komunikasi dengan para politisi ini, kata Rio, sudah dibuka jauh hari sebelum Nasdem membahas rencana memodali para calegnya. Rio mencontohkan mantan politikus Partai Golkar Jeffrie Geofannie yang akhir Februari 2012 lalu memutuskan mundur dari DPR untuk langsung bergabung dengan Nasdem.
Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari yang juga salah satu wakil ketua MPR mengatakan partainya tidak mempermasalahkan jika pada Pemilu 2014 nanti ada sejumlah kader yang maju bersama Nasdem. "Kader nonlegislator maupun anggota DPR sekalipun tidak masalah bagi kami bila ingin pindah partai, termasuk ke Nasdem. Sesuai dengan konstitusi, semua orang memiliki hak memilih dan dipilih. Melalui partai apa, itu adalah pilihan politiknya," ujarnya.
Ia mengatakan, siapapun yang berniat pindah partai agar konsisten dengan pilihannya. Undang-undang (UU) Partai Politik mengatur bahwa kader tidak boleh memiliki keanggotaan ganda dalam berpartai. Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengaku belum mendengar ada kader Demokrat yang akan pindah partai dalam waktu dekat.
Karena saat ini, kata dia, semua jajaran Demokrat masih fokus dengan berbagai agenda kerja menyukseskan program pemerintah dan mengintensifkan turun ke daerah pemilihan (dapil). "Mungkin anggota DPR yang berniat pindah partai menilai ada kelebihan yang selama ini tidak mereka temukan di partainya. Atau visi perjuangan mereka lebih pas dengan partai baru," katanya. Sedangkan Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin juga mengaku belum mendengar ada anggota fraksinya di DPR yang berniat pindah ke Nasdem. "Dan belum ada juga yang mengajukan pengunduran diri," ungkapnya.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/196937
-----------------
Gua ngakak dengar kritikan Andi Nurpati yang menyebut 'kutu loncat' untuk rekan-rekannya yang bermkasud mencari karier dan kesempatan rezeki yang lebih baik di NASDEM. Sebab, dia sendiri dulunya adalah 'kutu loncat' dari KPU ke Demokrat. Maling tereak maling .... :D