[ X ] Close

Minggu, 22 Juli 2012

Dilaporkan Menganiaya, Ipda Hendri: Alamak, Kapan dia melapornya?

Quote:

Ipda Hendri Stres Letuskan Senpi


Cuma Gara-gara Beo Hilang

BINJAI-PM

Tindakan Ipda Hendri Tobing, perwira menengah Polres Binjai bersama 3 anggotanya, masuk catatan hitam kepolisian. Kanit II Pidum ini dipropamkan karena menganiaya dan menodongkan bahkan 3 kali meletuskan senpi ke arah Syahrizal. Anehnya, kekerasan ini terjadi hanya lantaran burung yang hilang.

Namun sayang, saat akan menelusuri perkara yang dialami warga Jalan Pandega, Semi I, Lingkungan VI, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota ini, seakan ditutup-tutupi polisi.

POSMETRO MEDAN yang mendapatkan informasi itu, kemarin (20/7) sore sekitar pukul 17.00 wib langsung menyambangi rumah korban. Di sana, dia ditemani istrinya, Marni (28) serta anaknya yang masih berusia 3 tahunan.

Menurutnya, kisah itu berawal saat seekor burung beo hilang dari rumah Ipda Hendri Tobing di Jalan Saman Hudi, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Selatan, Senin (16/7) pagi.

Panik kehilangan burung kesayangannya, Ipda Hendri lantas mencari tahu siapa yang mencurinya. "Memang Sabtu (14/7) kemarin, aku dan Kolok, kerja sama dia memperbaiki kandang ayamnya," urai Syahrizal.

Tapi lantaran sakit, Syahrizal tidak masuk kerja pada hari Minggu dan Senin. Pria 30 tahun ini memilih menghabiskan waktu tiduran di rumah kontrakan. Ternyata, ketidakhadirannya itulah yang malah membawa petaka.

Burung yang hilang di saat ketidakdatangannya bekerja, malah dikait-kaitkan Ipda Hendri. Sang perwira mencurigai Syahrizal. Ipda Hendri kemudian memerintahkan 3 anak buahnya untuk menjemput Syahrizal.

Dengan mengendarai tiga kereta, kuli ini pun dijemput pada Senin (16/7) sekitar pukul 00.00 WIB. "Kirain siapa yang mengetuk pintu aku malam itu. Tak tahunya, Bang Ngadimin, OB Sirait dan Bang Irfan," cetus pria berbadan kekar ini.

Tanpa banyak tanya, ketiganya langsung membawa Syarizal menuju rumah Ipda Hendri. Sesampai di sana, sang perwira langsung dengan lantangnya marah-marah. "Jangan kalian bawa dia (Syahhrizal-red) ke mari. Aku tembak dia nanti," bentak pria cepak ini menirukan ucapan Ipda Hendri.

Usai mengucapkan kata-kata itu, Ipda Hendri lantas menunjang Syahrizal tepat mengenai pinggang kiri. Leher dipiting, lalu wajahnya dibogem. Tidak sampai di situ, sang perwira juga mengeluarkan senjata api yang terselip di pinggang dan meletuskannya 3 kali ke lantai.

Usai intimidasi itu, Ipda Hendrik pergi meninggalkan Syahrizal dengan menaiki mobilnya. "Sehabis dia (Ipda Hendri-red), Bang Ngadimin juga ikut memukulku di bagian wajah. Dia juga menunjangku," keluh Syahrizal.

Selanjutnya, Syahrizal dibawa ke Polres Binjai. Di ruangan Siaga Reskrim, Syahrizal kemudian diintrogasi oleh beberapa petugas kepolisian yang berada di sana. Hingga, Selasa (17/7) sekitar pukul 11.00 WIB, Syahrizal, akhirnya dilepaskan oleh petugas karena tidak cukup bukti.

"Aku gak tahu malam itu dia (Syahrizal-red) dijemput oleh siapa. Karena aku sedang berada di dalam kamar. Tapi dari percapan mereka dan dari suaranya, aku dengar kalau mereka teman suamiku yang polisi itu," kata Murni.

Namun, ditunggu-tunggu hingga pagi, suaminya tidak kunjung pulang. Barulah siangh hari, Syahrizal kembali namun dengan wajah lebam-lebam. Melihat itu, ia langsung bertanya.

Mendengar keterangan Syahrizal, Murni berang dan langsung mengajak suaminya melaporkan peristiwa itu ke Polres Binjai. "Tapi, pihak polisi yang menerima laporan seakan tidak peduli. Dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, kami dibiarkan dan barulah ditanya oleh tim penyidik," ungkapnya kesal.

Ipda Hendri Tobing, saat dikonfirmasi mengaku sangat terkejut dengan informasi itu. "Alamak! Kapan dia melapornya?" balik tanya Hendri Tobing. Lalu ia melayangkan SMS kembali dengan isi, "Makasih infonya dek.… Nanti saya komunikasikan ya."

Sementara Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon mengaku, belum menerima laporan resmi dari keluarga korban. "Belum ada laporan resmi ke saya. Tapi saya sudah himbau keluargannya agar buat laporan. Kalau benar akan kita tindak," tegas Musa Tampubolon singkat. (bam/jhon)
http://www.posmetro-medan.com/?p=4810

wah, tanda2 ipda hendri bakal kembali menjemput korban nih:D