Blitar - Kepala sekolah SMPN 4 Kota Blitar membantah adanya geng sekolah di sekolah tersebut. Aksi kekerasan yang menimpa SH, siswi kelas IX itu, dilakukan para pelajar itu tindakan spontanitas.
"Jadi tidak benar isu di masyarakat ada geng perempuan di sekolah, karena aksi ini spontanitas saja," kata Kepala sekolah SMPN 4 Agus Sunyoto, kepada wartawan, Rabu (1/8/2012).
Agus juga membenarkan jika kasus yang menimpa SH ini dipicu oleh persoalan asmara, antara korban dengan pelaku pengeroyokan. "Ya ini kan anak-anak remaja, jadi ada persoalan pacar diantara mereka," imbuhnya.
Pasca aksi kekerasan terhadap SH, pihak SMPN 4 langsung memanggil seluruh orang tua 15 siswi yang diduga terlibat dan mengetahui aksi kekerasan ini. Orang tua ke-15 siswi ini dikumpulkan di aula sekolah, dan mendapat penjelasan dari kepala sekolah serta sejumlah guru BP.
Pengamatan detiksurabaya.com, usai pertemuan, wajah tegang tampak di antara sejumlah orang tua. Namun, belasan siswi justru menangis dan berusaha memeluk orang tua mereka.
Bahkan, seorang siswi bersimbuh di pangkuan sang ibu, sambil terus menangis. Sang siswi berusaha meminta maaf terhadap sang ibu, atas kejadian memalukan ini.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar, Santoso yang mendatangi SMPN 4 menyatakan, akan segera mengumpulkan kepala sekolah se Kota Blitar pasca aksi kekerasan pelajar terjadi.
"Dalam waktu dekat, akan kita agendakan pemanggilan kepala sekolah, untuk mengoptimalkan BP agar dapat mendeteksi dini, agar tidak terjadi lagi," jelas Santoso, saat dicegat wartawan di halaman SMPN 4 Blitar.
http://surabaya.detik.com/read/2012/...n-4?y991101465
Seorang Siswi SMP Klenger Dihajar 6 Teman Perempuannya
Blitar - Aksi kekerasan dalam dunia pendidikan masih saja terjadi. Kali ini korbannya menimpa SH, siswi kelas IX SMPN 4 Kota Blitar. Selasa (31/7/2012) sore kemarin, pelajar berusia 15 tahun ini dihajar oleh 6 perempuan yang terhitung masih teman sekolah dan mantan kakak kelasnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka lebam di wajah, serta mengeluhkan sakit di dada serta kemaluanya. Warga Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan ini akhirnya dilarikan ke RSD Mardi Waluyo Blitar.
Rabu (1/8/2012), korban masih menjalani perawatan intensif di ruang dahlia RSD Mardi Waluyo. Kondisinya sedikit membaik, meski jarum infus masih menempel di tangan kananya.
Kepada wartawan, korban mengaku masih mengalami nyeri di bagian dada. "Ya saya ditendang dan diinjak-injak oleh mereka, saya tidak melawan," terang SH, di ruang perawatan kepada wartawan.
Siswi kelas IX ini menambahkan, kejadian penganiayaan ini bermula saat dirinya diajak keluar oleh para pelaku dengan alasan untuk ngabuburit. Keenam pelaku yang menganiaya SH yakni B, L, D, M (siswi SMPN 4), P alumni SMPN 4 serta R siswi SMPN 10
Menurut SH, saat sampai di Desa Sumberejo, Kecamatan Sanankulon, korban diturunkan paksa dari sepeda motor. Kemudian korban dihajar beramai-ramai oleh para pelaku tanpa perlawanan.
Ibu korban, Suparti (43), yang menunggui korban sejak kemarin, mengaku telah melaporkan kasus ini ke polisi. Wanita berkerudung ini tak menyangka, jika pelaku tega menganiaya dan mengeroyok putrinya ini hingga masuk rumah sakit.
"Padahal saya kenal mereka, kan satu kelas di sekolah," jelas Suparti dengan nada emosi.
Ia mengaku membawa kasus penganiayaan terhadap putrinya ini ke ranah hukum, agar pelaku diberi sanksi setimpal dengan perbuatanya.
http://surabaya.detik.com/read/2012/...990101mainnews
bullying sampai cewekpun ikut2an :capedes
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_t4ZcNxWS-6_RBxHHfBCI6M7wraQxn-UsOXMUBlFUXCuXMhd2ugLnnNvDc1-qODMklZNpd0Mt5fLBySmjOurZg76RMnNjhEnGlTgMdQ=s0-d)
"Jadi tidak benar isu di masyarakat ada geng perempuan di sekolah, karena aksi ini spontanitas saja," kata Kepala sekolah SMPN 4 Agus Sunyoto, kepada wartawan, Rabu (1/8/2012).
Agus juga membenarkan jika kasus yang menimpa SH ini dipicu oleh persoalan asmara, antara korban dengan pelaku pengeroyokan. "Ya ini kan anak-anak remaja, jadi ada persoalan pacar diantara mereka," imbuhnya.
Pasca aksi kekerasan terhadap SH, pihak SMPN 4 langsung memanggil seluruh orang tua 15 siswi yang diduga terlibat dan mengetahui aksi kekerasan ini. Orang tua ke-15 siswi ini dikumpulkan di aula sekolah, dan mendapat penjelasan dari kepala sekolah serta sejumlah guru BP.
Pengamatan detiksurabaya.com, usai pertemuan, wajah tegang tampak di antara sejumlah orang tua. Namun, belasan siswi justru menangis dan berusaha memeluk orang tua mereka.
Bahkan, seorang siswi bersimbuh di pangkuan sang ibu, sambil terus menangis. Sang siswi berusaha meminta maaf terhadap sang ibu, atas kejadian memalukan ini.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar, Santoso yang mendatangi SMPN 4 menyatakan, akan segera mengumpulkan kepala sekolah se Kota Blitar pasca aksi kekerasan pelajar terjadi.
"Dalam waktu dekat, akan kita agendakan pemanggilan kepala sekolah, untuk mengoptimalkan BP agar dapat mendeteksi dini, agar tidak terjadi lagi," jelas Santoso, saat dicegat wartawan di halaman SMPN 4 Blitar.
http://surabaya.detik.com/read/2012/...n-4?y991101465
Seorang Siswi SMP Klenger Dihajar 6 Teman Perempuannya
Blitar - Aksi kekerasan dalam dunia pendidikan masih saja terjadi. Kali ini korbannya menimpa SH, siswi kelas IX SMPN 4 Kota Blitar. Selasa (31/7/2012) sore kemarin, pelajar berusia 15 tahun ini dihajar oleh 6 perempuan yang terhitung masih teman sekolah dan mantan kakak kelasnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka lebam di wajah, serta mengeluhkan sakit di dada serta kemaluanya. Warga Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan ini akhirnya dilarikan ke RSD Mardi Waluyo Blitar.
Rabu (1/8/2012), korban masih menjalani perawatan intensif di ruang dahlia RSD Mardi Waluyo. Kondisinya sedikit membaik, meski jarum infus masih menempel di tangan kananya.
Kepada wartawan, korban mengaku masih mengalami nyeri di bagian dada. "Ya saya ditendang dan diinjak-injak oleh mereka, saya tidak melawan," terang SH, di ruang perawatan kepada wartawan.
Siswi kelas IX ini menambahkan, kejadian penganiayaan ini bermula saat dirinya diajak keluar oleh para pelaku dengan alasan untuk ngabuburit. Keenam pelaku yang menganiaya SH yakni B, L, D, M (siswi SMPN 4), P alumni SMPN 4 serta R siswi SMPN 10
Menurut SH, saat sampai di Desa Sumberejo, Kecamatan Sanankulon, korban diturunkan paksa dari sepeda motor. Kemudian korban dihajar beramai-ramai oleh para pelaku tanpa perlawanan.
Ibu korban, Suparti (43), yang menunggui korban sejak kemarin, mengaku telah melaporkan kasus ini ke polisi. Wanita berkerudung ini tak menyangka, jika pelaku tega menganiaya dan mengeroyok putrinya ini hingga masuk rumah sakit.
"Padahal saya kenal mereka, kan satu kelas di sekolah," jelas Suparti dengan nada emosi.
Ia mengaku membawa kasus penganiayaan terhadap putrinya ini ke ranah hukum, agar pelaku diberi sanksi setimpal dengan perbuatanya.
http://surabaya.detik.com/read/2012/...990101mainnews
bullying sampai cewekpun ikut2an :capedes