[ X ] Close

Kamis, 02 Agustus 2012

Kayak Mecat Buruh Kasar aja, Rektor UI Nekad Pecat 8 Dekannya

[imagetag]

Rektor UI Pecat 8 Dekan Fakultas
Wednesday, 01 August 2012 14:56

itoday - Rektor Universitas Indonesia (UI) Rusliwa Goemilar Soemantri memecat delapan dekan Fakultas di UI, Selasa (31/7). "Ada pemberhentian 7 dekan fakutas dan 1 ketua Pasca Sarjana oleh Rektor UI. Mereka diberhentikan karena masa jabatannya habis," ungkap Majelis Wali Amanat (MWA) Unsur Mahasiswa (UM) Jahidin, Rabu (1/8). Menurut Jahidin, pemecatan delapan dekan ini merupakan rentetan dari pemberhentian terhadap Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Ratna Sitompul oleh Rektor UI Rusliwa Goemilar Soemantri. Untuk mengisi kekosongan jabatan Dekan Fakultas Kedokteran, Rektor UI mengangkat wakil dekan menjadi Pjs tetapi pihak yang bersangkutan menolak.

Kata Jahidin, melihat kekosongan itu, butuh adanya pemilihan dekan. "Jika hanya FK saja yang pildek, maka tidak adil bagi fakultas lain. Dari situ, MWA meminta rektor untuk membuat proses pildek," ungkapnya. Selanjutnya, rektor membuat keputusan kontroversial, yakni memecat dekan dan mengganti wakil dekan sebagai pejabat sementara bukan melakukan pemilihan dekan. Delapan dekan fakultas yang dipecat Rektor UI adalah dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), serta Ketua Program Pasca Sarjana.
http://www.itoday.co.id/pendidikan/r...dekan-fakultas

9 Dekan Nyatakan Mosi Tak Percaya terhadap Rektor UI
Kamis, 2 Agustus 2012 15:06 WITA

JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Sembilan dekan fakultas di Universitas Indonesia (UI) menandatangani mosi tidak percaya terhadap Rektor UI Gumilar Soemantri, Jumat (31/8/2012), menyusul pemberhentian sejumlah dekan yang dinilai dilakukan secara sepihak. Mosi dikirimkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dengan permintaan untuk mengganti Gumilar per 1 Agustus dan menggantinya dengan Wakil Rektor Bidang I.

Kesembilan dekan yang menandatangani mosi tidak percaya itu adalah Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Bambang Irawan, Dekan Fakultas MIPA Adi Basukriadi, Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Psikologi Wilman Dahlan Mansoer, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Bambang Wibawarta, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakutas Kesehatan Masyarakat Bambang Wispriyono, dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer T. Basaruddin.

Dari kesembilan dekan yang menandatanganinya, tujuh di antaranya adalah dekan yang diberhentikan oleh Gumilar. Kompas.com masih mengusahakan keterangan dari para dekan yang menandatangani mosi ini. Dalam surat pengantar terhadap Mendikbud, seperti yang diperoleh Kompas.com dari penggiat UI Bersih, Effendy Gazali, para dekan mencantumkan lima keberatan. Gumilar dinilai sudah mengganggu proses belajar mengajar di kampus, terutama dalam penetapan kelulusan dan penandatanganan ijazah. Gaya kepemimpinannya yang otoriter dinilai juga telah meresahkan dan tidak cocok diterapkan di kampurs.

Gumilar juga dinilai tidak dapat menciptakan hubungan kerja yang kondusif dengan para dekan, tidak dapat menjaga keutuhan dan kebersamaan seluruh warga UI dan telah gagal megelola UI dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini diperparah dengan keputusan pemberhentian tujuh dekan UI dan satu kepala program pascasarjana kemarin. Effendy juga mengatakan, Gumilar dinilai salah mengartikan keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) tentang pergantian para dekan. "Menurut para dekan ini, Rektor UI salah mengartikan keputusan MWA. Itu fatal. MWA tidak bermaksud mengganti semua dekan, tetapi dia menerjemahkannya demikian," tuturnya ketika dihubungi Kompas.com.

Sementara itu, sehari setelah mosi tidak percaya dari sembilan dekan, Rabu (1/8/2012), Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi Jossy P Moeis mengeluarkan pernyataan sikap dengan keberatan yang sama. FE menolak pemberhentian para dekan tersebut dan meminta Rektor menarik kembali surat pemberhentian tersebut.
http://kaltim.tribunnews.com/2012/08...adap-rektor-ui

[imagetag]


Rektor UI Anggap Pemberhentian Dekan Sesuai Prosedur
SELASA, 10 JULI 2012 | 15:58 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Rektor Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, membantah Rektor menyalahi prosedur pemberhentian Dekan Fakultas Kedokteran Indonesia Ratna Sitompul. Menurut Devie, Rektor sebagai atasan dekan memiliki kuasa memberhentikan bawahannya sewaktu-waktu. "Apalagi masa jabatan Ibu Ratna telah habis," kata Devie kepada Tempo, 10 Juli 2012. Menurut Devie, sejak 22 April 2012, masa jabatan Ratna sebenarnya telah berakhir. Setelah itu, sambil menunggu dekan definitif terpilih, Ratna diangkat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri dianggap menyalahi prosedur dengan memberhentikan Ratna. Menurut Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia Birman Affandi, tindakan itu melanggar ketentuan yang disepakati, di antaranya kesepakatan Majelis Wali Amanat (MWA) dan Rektor dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, arahan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, ketetapan MWA, serta penegasan Ketua Tim Transisi UI bahwa penggantian dekan baru akan dilakukan setelah penggantian Rektor UI pada Agustus mendatang.

Menurut Devie, lembaga-lembaga seperti MWA dan Tim Transisi inkonstitusional. Ia mengatakan MWA sebenarnya sudah tidak punya mandat lagi sejak Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010. "Mereka masih mengacu pada peraturan lama yang sudah jelas-jelas gugur, yaitu PP Nomor 152 Tahun 2000," katanya. Langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membentuk tim transisi juga dianggap tidak sesuai hukum. Devie juga membantah langkah pemberhentian ini untuk memuluskan jalan Gumilar terpilih kembali menjadi rektor, Agustus mendatang. "Kalau mau memuluskan, kenapa bukan semua dekan yang diganti?" katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...esuai-Prosedur


Konflik UI, Mahasiswa Terjepit di Tengah
KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 | 15:52 WIB

TEMPO.CO, Depok - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Faldo Maldini menilai konflik di kampusnya semakin parah akibat sikap tidak produktif dari kedua kubu yang berseteru. Dia mengaku amat prihatin melihat suasana di kampusnya saat ini. "Sudah kacau dan parah," kata Faldo usai rapat Majelis Wali Amanat (MWA) UI yang baru saja digelar, Kamis siang, 2 Agustus 2012.

Menurut Faldo, MWA tidak sepatutnya mendorong Rektor UI mengadakan pemilihan untuk mengganti sejumlah dekan yang habis masa jabatannya. "Ini kesalahan interpretasi atas administrasi pengelolaan kampus," katanya. Pergantian dekan, menurut Faldo, adalah kewenangan Rektor, bukan urusan MWA. Tapi di sisi lain, Faldo juga menyayangkan sikap sejumlah dekan yang menolak diberhentikan dan mengajukan mosi tak percaya kepada rektor. "Para dekan itu reaktif dan tidak etis," kritiknya tajam.

Tadi pagi, sembilan dekan di UI mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Gumilar Rosliwa Sumantri sebagai Rektor UI. Mereka adalah Dekan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Psikologi.Faldo menegaskan, BEM akan meminta semua pihak bertanggungjawab menyelesaikan kisruh ini. Mahasiswa akan menekan semua pihak agar masalah ini tidak merugikan kepentingan mahasiswa. "Kami ingin menyelamatkan UI," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...epit-di-Tengah

-------------

[imagetag]

[imagetag]

Itu mahasiswa si jaket kuning pada kemane aje! Kok diam seribu basa bak celengan. Bijimana mau jadi pemimpin masa depan atau mau mengkoreksi negara, kalo mengkoreksi Rektornya aja keder dan pada bungkem kayak gitu