Rhoma tidak perlu meminta maaf di media cetak, cukup di tempatnya berceramah.
Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melalui tim suksesnya, hari ini, menyatakan memberi maaf pada Rhoma Irama, terkait ceramahnya yang diduga bernuansa SARA tersebut.
Usai bertemu dengan Panwaslu dalam rekonstruksi ceramah Rhoma Irama yang disiarkan di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakbar, pada Sabtu (28/7), Deni Iskandar, anggota timses Jokowi-Ahok, menyatakan bahwa sikap tim pasangan nomor urut 3 itu memaafkan tindakan Rhoma Irama.
Lebih jauh, Deni juga mengaku, telah menyaksikan barang bukti video berisi ceramah sang Raja Dangdut yang dianggap menyudutkan pasangan Jokowi-Ahok ini. "Kami memaafkan dia (Rhoma Irama). Kami tidak mengharapkan permintaan maaf khusus dari Rhoma Irama atas isi ceramahnya yang dilaporkan ke Panwaslu. Semua diserahkan pada kebesaran hati dia untuk meminta maaf kepada Jokowi-Ahok. Kalaupun mau dilakukan, tidak perlu di media cetak, cukup di tempat yang sama di mana dia berceramah," katanya.
Terkait video berdurasi sekitar 7 menit itu, Deni tidak mau berkomentar banyak dan menyerahkannya kepada penegak hukum untuk menafsirkan isinya. Penegak hukum, menurut dia, lebih mengetahui apakah telah terjadi pelanggaran pidana atau tidak.
"Artinya, kalau penegak hukum tidak mengambil tindakan apa pun, berarti tidak terjadi pelanggaran SARA. Tetapi seandainya terbukti pelanggaran, maka pihak kami akan bersikap kooperatif untuk mendukung penyelidikan," tuturnya.
Rhoma Irama sendiri tidak tampak hadir dalam rekonstruksi tersebut. Disebutkan Panwaslu, Rhoma sedang mengisi dakwah Salat Jumat di tempat yang tidak disebutkan. Namun, Panwaslu menjadwalkan pemanggilan ulang bagi Rhoma pada Senin (6/8).
http://www.beritasatu.com/megapolita...oma-irama.html
hanya orang yang berjiwa besar yang bisa melakukan ini :cool
Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melalui tim suksesnya, hari ini, menyatakan memberi maaf pada Rhoma Irama, terkait ceramahnya yang diduga bernuansa SARA tersebut.
Usai bertemu dengan Panwaslu dalam rekonstruksi ceramah Rhoma Irama yang disiarkan di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakbar, pada Sabtu (28/7), Deni Iskandar, anggota timses Jokowi-Ahok, menyatakan bahwa sikap tim pasangan nomor urut 3 itu memaafkan tindakan Rhoma Irama.
Lebih jauh, Deni juga mengaku, telah menyaksikan barang bukti video berisi ceramah sang Raja Dangdut yang dianggap menyudutkan pasangan Jokowi-Ahok ini. "Kami memaafkan dia (Rhoma Irama). Kami tidak mengharapkan permintaan maaf khusus dari Rhoma Irama atas isi ceramahnya yang dilaporkan ke Panwaslu. Semua diserahkan pada kebesaran hati dia untuk meminta maaf kepada Jokowi-Ahok. Kalaupun mau dilakukan, tidak perlu di media cetak, cukup di tempat yang sama di mana dia berceramah," katanya.
Terkait video berdurasi sekitar 7 menit itu, Deni tidak mau berkomentar banyak dan menyerahkannya kepada penegak hukum untuk menafsirkan isinya. Penegak hukum, menurut dia, lebih mengetahui apakah telah terjadi pelanggaran pidana atau tidak.
"Artinya, kalau penegak hukum tidak mengambil tindakan apa pun, berarti tidak terjadi pelanggaran SARA. Tetapi seandainya terbukti pelanggaran, maka pihak kami akan bersikap kooperatif untuk mendukung penyelidikan," tuturnya.
Rhoma Irama sendiri tidak tampak hadir dalam rekonstruksi tersebut. Disebutkan Panwaslu, Rhoma sedang mengisi dakwah Salat Jumat di tempat yang tidak disebutkan. Namun, Panwaslu menjadwalkan pemanggilan ulang bagi Rhoma pada Senin (6/8).
http://www.beritasatu.com/megapolita...oma-irama.html
hanya orang yang berjiwa besar yang bisa melakukan ini :cool