[ X ] Close

Rabu, 01 Agustus 2012

Andi Darussalam: Jangan Sembarangan Pakai Nama Timnas

Quote:

Andi Darussalam mengaku tidak menyangka Bambang Pamungkas, Firman Utina dan Ponaryo Astaman memutuskan untuk bergabung dengan timnas Indonesia bentukan PSSI Djohar Arifin.
[imagetag]

Quote:

Mantan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, menyatakan dirinya prihatin dengan kondisi timnas Merah Putih yang berada di dalam kondisi carut marut sepakbola nasional.

Andi menilai konotasi 'Timnas' bukanlah sebuah kata yang dapat sembarangan dipakai, karena itu merupakan akumulasi dari pemain-pemain terbaik di Indonesia.
"Saya termasuk yang keberatan jika dalam situasi persepakbolaan nasional yang masih karut-marut ini kita mengedepankan kata 'Timnas' untuk tim-tim yang dipersiapkan oleh kepengurusan PSSI sekarang. Konotasi `Timnas' bagi saya sangat sakral dan tak bisa sembarang dipakai," ujar Andi Darussalam.

"Dalam situasi kisruh PSSI saat ini sangat sulit bagi kita untuk memperoleh `Timnas' yang benar-benar menjadi akumulasi seluruh pemain terbaik yang ada di kompetisi."

Andi Darussalam mengatakan hal itu terkait dengan kontroversi seputar bergabungnya Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas dan Firman Utina ke dalam timnas bentukan PSSI Djohar Arifin menjelang laga menghadapi Valencia (4/8).

Andi mengaku tidak setuju dengan keputusan tiga pemain Indonesia Super League (ISL) tersebut. Ia menilai mereka harus meminta izin kepada klub yang mengontraknya terlebih dahulu sebelum bertindak, karena itu mencerminkan sikap profesionalisme.

"Saya juga sampaikan kepadanya bahwa bagaimana pun ia harus memahami aturan main yang ada dan tentunya mengikuti kesepakatan yang seharusnya dijalankan. Ponaryo dan kawan-kawan harus lebih dulu meminta pertimbangan, saran atau izin dari klubnya masing-masing. Dengan demikian, dalam konteks persoalan sekarang ini, Ponaryo, Firman dan Bambang yang sama-sama berkeinginan memperkuat tim melawan Valencia seharusnya lebih dulu meminta izin kepada klubnya masing-masing," tegasnya.

"Pemain memang punya hak untuk bermain dan juga menuntut hak-haknya. Itulah profesionalisme. Akan tetapi, tentunya ada perjanjian-perjanjian antara pemain dengan manajemen klub yang juga harus dipegang dan dipatuhi. Inilah etikanya. Seorang pemain tentunya tidak hanya menuntut profesionalismenya tetapi tidak harus mengabaikan etika yang harus dijunjung tinggi. Jika tidak, pemain itu sama saja tidak bersikap profesional."

"Mereka sudah tidak beretika dan mencederai kesepakatan (gentleman-agreement) yang sudah dibuat dengan klubnya dalam bentuk kontrak. Bagaimana mereka akan tetap merasa bangga menjadi pengurus dari sebuah organisasi bernama APPI itu jika apa yang mereka lakukan ternyata melanggar etika organisasi. Saya kira apa yang mereka lakukan tidak patut diteladani," ujarnya.

Andi menambahkan, dirinya sangat sedih dan tidak habis mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Ponaryo, Bambang Pamungkas atau Firman Utina.

"Belasan tahun saya bersama mereka di Timnas dan saya sangat mengenal karakter mereka. Tetapi dengan keputusan yang mereka buat sekarang, mereka seperti menjadi 'orang asing' di mata saya," pungkas Andi Darussalam.
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/...e=breakingnews

sudah kena the power of nasi bungkus lagi mungkin yak:p