[ X ] Close

Jumat, 20 Juli 2012

Puasa : Syiah dan sunni mana yg benar ?

1. Seseorang tidak harus menuturkan niat puasa dengan lisannya seperti dengan mengatakan, "Besok saya akan berpuasa." Cukup saja ia bermaksud puasa (dalam hatinya) untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan tidak akan melakukan hal-hal yang akan membatalkannya, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Tetapi untuk meyakinkan bahwa sepanjang hari itu ia berpuasa, hendaklah ia menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkannya sejak dari sesaat menjelang subuh hingga sesaat menjelang maghrib. (Taudhih al-Masail, masalah 1550).

2. Jika seseorang hendak berpuasa selain puasa Ramadhan, hendaklah (dalam niatnya) ia menentukan jenis puasanya, seperti "saya hendak puasa qadha atau nazar." Tetapi pada bulan Ramadhan seseorang tidak wajib menyebutkan puasa Ramadhan (dalam niatnya). Bahkan bila ia tidak tahu atau lupa bahwa saat itu adalah bulan Ramadhan, kemudian ia berniat puasa yang lain, puasanya tetap dihitung sebagai puasa Ramadhan. (Taudhih al-Masail, masalah 1555).


www.wordpres.com/syiah/puasa/2209
Quote:

untuk Syiah niat puasa tidak boleh diberitahukan kepada seseorang, kalau mau puasa cukup lah Tuhan yang tahu.

sementar umat Sunni niat puasa pada umumnya diberitahukan kepada orang lain/ seseorang , kita bisa melihat di televisi, radio, koran, internet bahkan di mesjid2 selalu diberitahukan bahwa pada tanggal sekian akan menjalankan puasa..
so yg mana menurut ente yg bener, syiah atau sunni ?