Demokrat: Wajar Jakarta Macet
metropolitan - Kamis, 19 Juli 2012 | 11:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, persoalan kemacetan yang melanda DKI Jakarta merupakan fenomena wajar sebagai ibu kota negara.
"Kemacetan adalah keniscayaan kota besar, ini disebabkan tumbuhnya pengguna jalan jauh lebih besar dari tersedianya jalan baru," kata Herman dalam keterangan persnya, Kamis (19/7/2012).
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menilai, jika dilihat kota-kota besar lainnya, sangat wajar jika terjadi kemacetan. Dan persoalan kemacetan di Jakarta tidak perlu dipersoalkan.
"Dan saya dapat membandingkanya dengan kondisi di luar negeri bahwa di kota-kota sekelas ibukota memang kemacetan adalah keniscayaan," katanya.
Sikap ini diutarakan Herman terkait kritikan terhadap Gubernur DKI Jakarta yang sekarang mencalonkan lagi, Fauzi Bowo. Herman juga memuji bahwa era kepemimpinan Fauzi Bowo sangat memperhatikan masyarakat miskin dan pendidikan.
"Mengenai perhatian kepada yang lemah dan miskin, sungguh besar perhatian Foke, semisal raskin di DKI bagi yang miskin sudah gratis, tersedianya rumah sewa susun murah bagi nelayan dan masyarakat penghuni kawasan kumuh, wajib belajar 12 tahun yang setiap pelajar disubsidi oleh APBD yang melebihi besaran dari BOS, program koperasi kelurahan, alokasi anggaran pembagunan," jelasnya. [mah]
http://metropolitan.inilah.com/read/...-jakarta-macet
Quote:
| MACET dianggap WAJAR.... isu SARA dianggap TIDAK NEGATIF.... :D Mubarok: Isu SARA yang Didengungkan Tim Foke Sangat Rasional Itu bagian dari pilihan jadi masyarakat Jakarta harus tahu siapa pemimpinnya. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok Ralian Jawalsen Manurung Rabu, 18 Juli 2012 10:57 WIB JAKARTA, Jaringnews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang dilakukan Tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli adalah pilihan untuk memberitahu kepada masyarakat DKI Jakarta profil pemimpinnya. "Itu bagian dari pilihan. Jadi masyarakat Jakarta harus tahu siapa pemimpinnya dan apa agamanya," komentar Mubarok saat dihubungi Jaringnews.com di Jakarta, Rabu (18/7). :D Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini mengutarakan, isu SARA yang dilontarkan adalah isu-isu yang rasional. "Isu SARA tidak negatif karena warga DKI harus tahu siapa pemimpinnya yang bakal dipilih," imbuhnya. :D Pada saat yang sama Mubarok juga mengutarakan bahwa kekalahan Foke pada putaran pertama lebih karena komunikasi Tim Kampanyenya yang tidak mendekat kepada rakyat. Momentum tersebut lantas diambil Jokowi. Ketika ditanya apakah Foke optimis akan memenangkan Pilkada DKI Jalarta 2014 menyatakan,"kita tidak pikir optimis atau tidak, tapi yang penting adalah Tim Foke harus bekerja keras untuk Pilkada selanjutnya," ujarnya. Hal ini penting karena hasil hitung cepat menunjukkan bahwa pasangan Incumbent Foke-Nara hanya meraih 34 persen suara, sementara pasangan Jokowi-Ahok meraih suara 43 persen suara. (Ral / Deb) http://jaringnews.com/politik-perist...angat-rasional |