Quote:
| Perintah Damai Kapolda Sumut Dikangkangi MEDAN-PM Perdamaian belum terajut. Pasca bentrok berdarah massa Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) dekat Gedung Putih, show of force terus terjadi. Kemarin (17/7) giliran aset organisasi IPK yang diberangus. Peristiwa usai penghancuran Kantor PP di Jl. Pabrik Padi, Medan, itu persisnya terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Sekelompok orang menghancurkan Kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Kecamatan Labuhan Deli di Jl. Proyek Sungai Deli, kawasan Pulo Brayan. Sama seperti modus amuk kantor PP dinihari sebelumnya, kantor IPK itu juga diserang dengan bom molotov. Jaya Krisna (44) dan anaknya, Rohid (12), yang telah 5 tahun bertugas menjaga kantor itu nyaris jadi sasaran amuk kawanan pembakar yang mengendarai 3 motor RX King. Jaya dan Rohid juga sempat melihat kawanan barbar itu dikomandai sejumlah orang yang mengendarai mobil Xenia, stand-by sekira 50 meter dari lokasi kantor yang dibakar. "Sekitar jam 4 aku bangun dan ke kamar mandi, mau kencing. Tiba-tiba kudengar suara kaca pecah. Aku lari dari kamar mandi. Aku bangunin ayah, tapi mereka terus melemparin kaca (kantor) dengan batu. Di situlah kemudian kulihat api mulai berkobar di dalam kantor," cerita Rohid pada POSMETRO. "Dua botol, pakai botol Freshtea," sambungnya soal kemasan bom molotov yang membakar kantor. Saat molotov dilempar ke dalam kantor dan api langsung berkobar, anak beranak ini pun sekuat tenaga menahan pintu. "Soalnya orang-orang tuh nendang-nendang pintu mau masuk," kata Rohid. "Kami sorong kursi-kursi semua untuk mengganjalnya (pintu red). Di balik-balik kursi-kursi itulah kami sembunyi menghindari lemparan batu dan bom molotov," sambung Krisna. Kawanan bersepeda motor itu, aku Rohid, bersenjata parang dan klewang. "Aku teriak-teriak minta tolong, gitu ada tetangga yang keluar baru mereka pergi," tukas Rohid. Pun nyaris maut, amuk kawanan tak dikenal itu membuat sejumlah inventaris organisasi IPK, seperti sofa dan kursi terbakar. Hingga kemarin, guna mengusut peristiwa, kantor itu masih dikelilingi police-line. Sejumlah polisi dari Polsek Labuhan juga terus berjaga di sekitar kantor itu. Aksi amuk lolos dari amatan polisi itu bukanlah tanpa sinyal. Dua jam sebelumnya, sekira pukul 03.00 WIB, sekelompok pemuda tampak tumpah di badan Jl. Sekip atau lokasi bentrok PP IPK Minggu (15/7) siang lalu. Tempo bersamaan, POSMETRO menemukan sekelompok pemuda tumplek di Jl. Sei Deli. Di sini sekawanan pemuda malah ditemukan menghunus parang dan kelewang. Lokasi ini berjarak tak sampai 1 Km dari Jl. Sekip atau Gedung Putih, 'markas besar' organisasi IPK. Kawanan bersenjata tajam dari Jl. Sei Deli itu lalu berkonvoi hingga kawasan Jl. Guru Patimpus, Medan. Aksi mereka membuat warga atau para pengguna jalan sontak ketakutan. Satu di antara kawanan itu, saat ditanya koran ini, mengaku berkonvoi guna menjaga plank organisasi mereka dari ancaman pengrusakan oleh pihak lawan. Aksi teror sekelompok pemuda yang masih terjadi pasca bentrok berdarah PP IPK dekat Gedung Putih 3 hari lalu hingga berujung isu Medan Siaga I membuat perintah damai dari Kapolda Sumut Irjen (Pol) Wisjnu Amat Sastro sia-sia. Padahal, usai turun langsung meredam aksi bentrok dekat Gedung Putih lalu menggelar pertemuan khusus dengan wartawan pasca Kantor PP di Jl. Pabrik Padi dibom molotov pada Senin (16/7) dinihari, Wisjnu menjamin publik Kota Medan tenang karena tak lagi ada bentrok atau aksi teror susulan. "Kita sudah mengambil langkah-langkah, kita sudah perintah semua Polsek untuk mendatangi 'kantong-kantong' IPK dan 'kantong-kantong' PP. Di sana kita sampaikan agar jangan sampai ikut terprovokasi," ujar Wisjnu, Senin (16/7) siang lalu. Bentrok Minggu siang dekat Gedung Putih yang terjadi selama sejam itu mengakibatkan 2 orang terluka. Keduanya teridentifikasi sebagai kader PP. Dua kader PP itu, yakni Zulkifli alias Zulnawan (41); warga Jl. Setia Luhur, Kec. Medan Barat, dan Karno (42); warga Jl. Sungai Deli, Kel. Silalas, Medan. Zulkifli mengalami luka bacok di tangan kiri, dan Karno mendapat luka tusuk di bagian kiri perut dan matanya. Akibat serangan itu, mereka dirawat di RS Advent dan RS Materna. Tak hanya korban luka, bentrok juga berujung aksi bakar massa terhadap 1 unit sepeda motor. Sebuah plank IPK juga turut dirusak. (eza/wel/sal) |
kelanjutan perang antar ormas di medan :capedes
awal kejadian di kasi imbauan buat damai dan suruh bubar :malus
sekarang udah begini majikannya terkesan lemah syawat :malus
*sekarang keamanan , rasa damai dan rasa aman terkesan sangat mahal di sini :capedes