[ X ] Close

Senin, 23 Juli 2012

Nenek 82 Tahun Diperkosa Anak

[imagetag]
ilustrasi

Quote:

Nenek 82 Tahun Diperkosa Anak


SIANTAR-PM

Memang zaman sudah edan. Nenek yang sudah bercicit pun jadi korban pemerkosaan. Parahnya dilakukan anak kandungnya sendiri. Kasus aib paling memalukan terjadi di Pematangsiantar.

Adalah J br Simanjuntak yang sudah berusia 82 tahun datang dengan tongkatnya ke Polres Siantar, Kamis (19/7). Dia melaporkan putra kandungnya sendiri, Darwin Wilis Siahaan (43). Korban mengaku, dirinya baru saja diperkosa.

Nenek yang kerab disapa ompung David seperti pantauan di ruang SPK Polres, tiba sekitar pukul 11.00 WIB ditemani dua orang putranya. Namun karena kerusakan komputer, petugas SPK justru mengarahkannya ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) tanpa menerima laporan terlebih dahulu oleh petugas SPK.

Selama menunggu proses pelaporan itulah, si nenek yang tinggal di Dusun Matio Kelurahan Naga Huta, Siantar Simarimbun itu sempat meneteskan air mata mengingat kebejatan anak ke enam dari 10 bersaudara itu.

Pengakuan, jelas mengagetkan petugas yang meminta keterangannya. Ditambah lagi, pelaku sudah memiliki dua anak dan seorang istri. Disinggung tentang prilaku putranya itu, si nenek yang menolak jika tongkatnya dipindah dari tangannya itu, bersikukuh bahwa anaknya tidak gila.

Hanya saja, belakangan Darwin terlihat stress karena sudah pisah ranjang dengan istri. "Memang nungnga adong do stres-stres ni ibana (Memang sudah ada stres-stresnya," cetus korban dengan bahasa Batak.

Kejadian bermula, ketika koban yang sudah berstatus janda lebih 20 tahun ini terjaga dari tidurnya sekitar pukul 04.30 WIB di atas ranjang kamar tidur. Dia tersentak karena merasakan beban di atas tubuhnya.

Begitu membuka mata, ternyata dia melihat Darwin yang sedang menindihnya. Sontak menanyakan apa maksudnya. Bukan menyudahi aksinya, Darwin malah menyumpal mulut koban menggunakan telapak tangan.

Takut bercampur kesal, korban sempat meronta untuk melepaskan tindihan putranya. Meski tenaga yang tak begitu kuat, Darwin akhirnya menyudahi aksinya itu seraya sempat mengancam agar korban tak berteriak.

Disinggung tentang aksi pemerkosaan itu, antara sadar dan tidak, dia kurang merasakan sakit pada kemaluannya. Namun saat aksi menindih itu, korban yang rambutnya nyaris memutih seluruhnya itu mengaku, pada kemaluannya seperti ada benda tumpul yang menekan.

Keyakinan itu, ditambah ketika melihat sarung yang digunakan korban sudah tersingkap ke atas hingga melewati paha. Walau pun mengaku sedikit mulai lupa ingatan, tapi aksi keji Darwin yang kerab membuatnya kesal itu, masih diingatnya dengan jelas. Saat ditindih itu, posisi kaki kiri dan kanan korban, sengaja dikangkangkan Darwin layaknya orang melahirkan.

Setelah Darwin yang diketahui bekerja di SBSI Pematangsiantar itu keluar kamar, korban bangkit setelah sebelumnya mengambil tongkat yang terbuat dari kayu seraya keluar kamar mencari Darwin.

Namun hanya ada tiga cucu yang sudah berusia remaja (termasuk dua anak Darwin) menyahut panggilan dan mengaku pada korban tidak melihat Darwin di kamar. Ketakutan yang masih menerpa, membuat korban keluar rumah dan memberitahu kepada tetangganya, boru Simanjuntak.

Setelah menceritakan peristiwa itu, oleh tetangganya itu langsung memberitahu putra kedua korban, Dresman Siahaan (45) yang tinggal di Tanah Jawa, Simalungun lewat HP.

Kabar tak sedap itu langsung saja direspon anak korban dan beberapa warga sekitar yang mendengar cerita itu justru merasa penasaran dan kurang percaya. Begitu pun, oleh Bresman yang sengaja datang dari kampung, tanpa menunggu waktu lagi memutuskan untuk membawa persoalan itu ke jalur hukum.

Awalnya, korban dibawa ke Polsek Siantar Martoba atau 2 KM dari rumah. Karena terkait kasus asusila, laporan itu diarahkan petugas ke Polres Pematangsiantar hanya karena ketiadaan unit PPA di polsek mereka.

Mulai pukul 12.40 wib hingga 17.15 wib, korban diperiksa oleh unit PPA Polres. Ketika didekati, Dresman dan dua orang saudaranya yang memang anak kandung korban, melarang wartawan mewawancarai apalagi mengabadikannya lewat foto.

Hanya saja, Bresman ketika ditanya, membenarkan peristiwa pemerkosaan itu hingga mengutuk prilaku adiknya itu. "Kasihan mamak kami ini, tolonglah jangan di tanyai apalagi di foto," ujarnya seraya mengaku diperkosa adiknya sendiri.

Setelah menerima keterangan korban, sekitar lima orang personil Jatanras Polres langsung memburu pelaku di kediaman korban sekitar pukul 14.30 WIB. Tapi sayang, pelaku bapak dua anak itu sudah kabur.

Setelah dicari ke lokasi kerjanya pun tetap saja tidak berhasil dan pulang dengan tangan kosong. Hal itupun dibenarkan Kasat Reskrim, AKP Azharuddin yang menegaskan tetap akan mencari pelaku untuk dimintai keterangannya sebagai terlapor. (ndo/jhon)
http://www.posmetro-medan.com/?p=4806

bener2 terguncang ane baca beritanya :gila:
nenek2 umur 82 tahun di ehem2 :gila: