[ X ] Close

Selasa, 24 Juli 2012

Mentan: Kedelai Mahal? Justru Bagus itu, untuk Ransang Petani Tanam Kedelai Sendiri

[imagetag]
Menteri Pertanian Suswono, asal Parpol PKS

Mentan: Kenaikan Harga Rangsang Petani Menanam Kedelai
Selasa, 24 Juli 2012 , 22:07:00 WIB

RMOL. mengatakan kenaikan harga kedelai di dalam negeri di picu oleh menurunnya produksi kedelai di Amerika Serikat akibat kekeriangan yang melanda wilayah tersebut. Sementara kebutuhan kedelai kita masih bergantung pada impor dari negara lain. "Produksi dalam negeri hanya bisa memasok 40 persen," kata dia kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta (Selasa, 24/7).

Namun demikian, menurutnya, kenaikan harga ini berdampak positif buat petani kedelai dalam negeri. Karena saat ini harga kedelai domestik masih menjadi beban bagi petani. "Harganya dibanding dengan biaya produksi itu tidak memadai. Idealnya harga di dalam negeri itu 7 sampai 8 ribu," tuturnya.

Saat ini, menurutnya, harga jagung jauh lebih menarik dibandingkan kedelai. Produksinya juga bisa sampai 8 hingga 10 ton per hektarnya. Dengan harga Rp 2300 per kilo maka petani jagung bisa mendapat Rp 20 juta. Sementara kedelai, dengan harga 5 ribu per kilogramnya, itu produksinya baru 1,5 ton. Padahal potensinya bisa mencapai 2,7 ton. "Bagi kami di Kementerian Pertanian, saat ini justru merangsang petani untuk menanam kedelai," imbuh dia lagi
http://www.rmol.co/read/2012/07/24/7...nanam-Kedelai-

Presiden: Amankan Stok Kedelai
TUESDAY, 24 JULY 2012 19:20 DAMAR FERY ARDIAN HITS: 5
0 Comments
Share
KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa segera menjaga ketersedian kacang kedelai yang kini alami kenaikan harga.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, ketersedian kedelai ini sangat penting agar harga komoditi tersebut tidak mengancam daya beli masyarakat. Kata dia, Presiden ingin masalah ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

"Itu tentu menjadi perhatian kita bersama. Presiden dan pemerintah memperhatikan hal tersebut. Dan meminta semua pihak yang memiliki andil untuk bisa mengupayakan agar tidak terjadi kelangkaan dan harga yang meningkat khususnya dalam sektor kedelai, itu bisa diatasi dengan cepat. Ini menjadi perhatian pemerintah. (Ada laporan dari Menko?) Sedang bekerja di bawah koordinasi Menteri Perekonomian untuk menteri terkait untuk bisa mengembalikan keadaan di sektor ini."

Sebelumnya, harga kedelai lokal tercacat mengalami kenaikan hingga lebih dari Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan harga impor menginjak Rp 8.500 per kg. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kenaikan ini disebabkan kekeringan yang melanda Amerika, sehingga produksi kedelai terbatas. Sementara itu, Cina mengimpor kedelai tersebut secara besar-besaran. Akibat kenaikan tersebut, pengusaha tempe dan tahu seluruh Indonesia berencana mogok produksi mulai besok hingga tiga hari mendatang. Mogok produksi ini sebagai aksi protes pada kepada pemeritah karena gagal mengatur tata niaga kedelai.
http://kbr68h.com/berita/nasional/30...n-stok-kedelai

[imagetag]

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu Tempe Depok Berhenti Berproduksi
Selasa, 24 Juli 2012, 14:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengusaha tahu dan tempe di Kota Depok sudah berhenti memproduksi tahu dan tempe, sehingga masyarakat yang ingin membeli makanan tersebut sudah tak dijumpai lagi di pasaran. "Mulai hari ini kami sudah tak memproduksi lagi," kata Produsen tahu, Siti Kulsum di Depok, Selasa. Ia mengatakan meskipun surat edaran himpunan pedagang tahu tempe di Jakarta mewajibkan mereka untuk mogok jualan mulai besok tanggal 25-27 Juli, namun para produsen tahu di Depok sudah berhenti memproduksi tahu mulai hari ini.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 19 Juli 2012, terdapat tiga butir kebijakan yakni permintaan mogok kepada para pedagang, desakan kepada pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai, serta ancaman penyitaan dagangan jika masih ditemukan pedagang tahu tempe yang berjualan. Siti mengatakan harga kedelai saat ini terus melonjak selama dua bulan terakhir ini yaitu dari harga Rp 6 ribu per kilogram naik menjadi Rp 8 ribu per kilogram. "Kenaikan harga kedelai sangat memberatkan kami untuk memproduksi tahu dan tempe," katanya.

Menghadapi kenaikan tersebut Siti berencana menaikkan harga sampai Rp 500 untuk menyesuaikan ongkos produksi. Meski harga kedelai terus naik, ia memastikan tak akan memberhentikan karyawannya. "Solusinya memang menaikkan harga, jadi tak memberhentikan karyawan," ujarnya.
Ia mengatakan kenaikan harga kedelai ini yang terparah sepanjang usaha pabrik tahu. Selain berencana menaikkan harga, para pedagang juga akan menyiasati dengan memperkecil atau mempertipis ukuran tahu.

Siti berharap pemerintah mau melakukan intervensi pasar harga kedelai agar terjangkau, sehingga para pengusaha tahu tempe masih tetap berjalan. "Pemerintah harusnya peka terhadap hal-hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya. Saat ini lanjut dia harga barang-barang lainnya juga sudah naik tentunya akan berdampak juga terhadap perdagangan tahu dan tempe. Masyarakat semakin sedikit yang mau membeli tahu dan tempe tentunya akan mempengaruhi bisnis yang digeluti selama ini.
http://www.republika.co.id/berita/na...ti-berproduksi

---------------------

Ini menteri dari PKS yang satu ini, lagaknya kayak nasionalis aja! Padahal, selama Kemeneterian pertanian Dipimpin oleh orang PKS, justru impor bebas produk pertanian bertambah gila-gilaan. Buah-buahan, singkong, daging dari Australia dan india yang bebas masuk, sampai sayur pun impor. Gitu kok belagak mau memajukan nasib petani dalam negeri