[ X ] Close

Senin, 23 Juli 2012

[Korban Terorisme] Perut Sudah Tertembus Peluru, Ibu Hamil Ini Tetap Selamat

[imagetag]
Sebuah Salib terlihat pada peringatan bagi korban meninggal pada tragedi di belakang teater di mana seorang pria bersenjata menembaki penonton bioskop saat pertunujukan film Batman Dark Knight Rises di Aurora, Colorado 22-7 2012. REUTERS/Shannon Stapleton




TEMPO.CO , Colorado - Ashley Moser, 25 tahun, selamat dari serangan The Joker yang menghujani penonton dengan peluru pada pemutaran film Batman, The Dark Knight Rises di Aurora, Colorado, Amerika Serikat, pekan lalu.

Ketika menyaksikan tayangan perdana film tersebut, Ashley tengah mengandung. Ibu muda ini terkena peluru di bagian leher dan perutnya.

Anak dalam kandungan Ashley tetap bertahan meski sebuah peluru menusuk perut ibunya. "Ini sebuah keajaiban," kata kakak Ashley, Robert Sierra, seperti dikutip dari New York Daily News, Senin, 23 Juli 2012.

Dokter pun berjuang untuk mengeluarkan peluru di lehernya. "Kemungkinan dia akan menderita kelumpuhan, namun belum tahu sampai sejauh mana ini akan terjadi," ujar Annie Dalton, keluarga Ashley.

Meski selamat, Ashley tetap berduka. Pasalnya, gadis kecilnya, Veronika, yang masih berusia 6 tahun tewas dalam kejadian tersebut. Keluarga sengaja menyembunyikan kematian putri Ashley itu hingga Sabtu malam.

"Saya ingin mati!" jerit Ashley saat menerima kabar tersebut.

Veronika merupakan korban termuda dalam penembakan itu. Dia adalah salah satu dari 12 korban tewas akibat teror yang diduga dilakukan oleh James Eagan Holmes.

Pada pemutaran perdana seri terakhir film Batman, The Dark Knight Rises di bioskop Aurora, Colorado, Jumat lalu, 20 Juli 2012, Holmes melemparkan gas air mata ke kerumunan penonton dan menghujani mereka dengan tembakan.

Polisi segera meringkus Holmes saat berada di parkiran bioskop. Saat ditangkap, dia mengaku sebagai The Joker, tokoh antagonis dalam cerita Batman.


The Dark Knight Terror :takut