[ X ] Close

Selasa, 24 Juli 2012

Ini Buktinya, SBY Terima Dana Kampanye dari Nazaruddin

Jakarta, Aktual.co — Uang hasil korupsi Muhammad Nazaruddin diduga digunakan juga untuk pendanaan kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009. Nazaruddin yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) diketahui memberikan dana sebesar Rp700 juta. Dari dokumen audit independen milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dimiliki Aktual.co, diketahui transaksi tersebut dilakukan pada 25 Juni 2009.

Dalam kolom alamat, Nazaruddin mengisikan rumahnya yang di Apartemen Taman Rasuna Tower 9-8f RT 9/10 Setia Budi. Masih dokumen yang sama, juga diketahui sumbangan yang diberikan oleh kakak Nazaruddin yakni M Nasir untuk kampanye pasangan SBY-Boediono. Nasir yang saat ini dicekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengirimkan sumbangan sebanyak sembilan tahap pada 26 Juni.

Besar uang yang dikirimkan Nasir bervariasi mulai dari Rp3-10 juta. Setidaknya total dana yang diberikan Nasir sebesar Rp66 juta. Dikolom alamat, Nasir mengisikan rumahnya di Jl. A Yani GG Aridha No 1 Tanah Datar, Pekanbaru. Total dana kampenye yang dilaporkan oleh pasangan SBY-Boediono saat itu sejumlah Rp232.770.456.232.

Seperti diketahui, Nazaruddin telah disidangkan oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta atas kasus korupsi pembangunan wima atlet Sea Games. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut dinyatakan bersalah dengan hukuman empat tahun sepuluh bulan penjara.

Dari hasil pengembangan penyidikan oleh KPK, diketahui kasus Wisma Atlet bukan yang pertama dilakukan Muhammad Nazaruddin. Melalui 32 perusahaanya pria asal Pekanbaru ini diduga telah melakukan bisnis haramnya sejak tahun 2006. Salah satunya kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik vaksin flu burung yang dimenangkan Nazaruddin tahun 2008.

Melalui PT Anugrah Nusantara (AN), Nazaruddin menangani proyek dengan nilai total Rp718 miliar ini. Namun hingga batas waktu pembangunan berakhir PT AN belum juga menyelesaikan pembangunannya. Proyek ini ditandatangani Nazaruddin hanya eman bulan sebelum pemilu digelar. Saat ini KPK juga tengah menyelidiki kasus tersebut.

Sebelumnya Aktual.co juga telah memaparkan sumbangan kampanye yang diberikan oleh bos PT. Hardaya Inti Plantations yakni Siti Hartati Murdaya. Pengusaha yang diduga turut serta dalam kasus penyuapan Bupati Buol Amran Batalipu. Selain itu SBY-Boediono juga menerima sumbangan dari komisaris PT Duta Graha Indah (DGI) yakni Sandiaga Salahudin Uno. PT DGI diketahui merupakan subkontraktor proyek Wisma Altet Sea Games yang menjerat paman Sandiaga yakni Manager Marketing PT DGI El Idris.



Datanya gan:


[IMG][imagetag][/IMG]

Data lainya

http://www.aktual.co/hukum/102819ini...ari-nazaruddin


http://www.aktual.co/politik/122347i...k-kampanye-sby

http://m.aktual.co/politik/115621ini...-uno-untuk-sby