[ X ] Close

Selasa, 31 Juli 2012

Honorer BPN Dilabrak Bini Lagi Sama Janda

[imagetag]ilustrasi janda
Quote:

Dialah Hendra Purwoko (34). Pegawai honorer Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan dan istrinya Sri Wahyuni (33), membuat geger kantin kantor BPN Medan, Sabtu (28/7), sekira pukul 15.00 wib. Keduanya berkelahi sejadi-jadinya.

Kegaduhan pasangan suami istri ini, terjadi di kantin kantor pertanahan yang berada di kawasan Jalan A H Nasution No 7, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor tersebut.

Keributan itu terjadi gara-gara Hendra Purwoko yang telah berselingkuh. Wanita idaman lainnya adalah, Rini (30), seorang janda yang merupakan anak dari pengelola kantin.

Keterangan Sri kepada reporter usai melabrak suaminya tersebut, Sri mengaku sudah sekira setahun tak seraga lagi dengan suaminya tersebut. Kedatangannya ke kantor itu, tak bermaksud lain.

Semata-mata, dia cuma ingin meminta pertangungjawaban atas nafkah dirinya dan kedua anaknya. Karena Sri mengaku, ia sama sekali belum bercerai dengan Hendra. Perpisahan mereka baru sebatas kata-kata melalui HP.

Namun saat Sri meminta penjelasan Hendra dari telepon, suaminya ini malah menyuruhnya datang ke kantor. Parahnya lagi, Hendra menyuruh Sri untuk bertemu dengan rivalnya, Rini.

Mendengar hal itu, dengan amarah yang tak tertahankan, Sri mendatangi Rini di kantin kantor BPN Medan itu. Akibatnya terjadilah keributan di halaman kantor BPN tersebut.

"Sebenarnya aku gak mau ribut di sini. Dia menyuruhku datang ke kantornya. Malah kulihat pula dia dengan selingkuhannya itu," ujar Sri yang mengatakan kalau setahun belakang Hendra sudah tak memperdulikan ia dan kedua anaknya Endang Purwanti dan sibungsu, Mutira Alfriani.

Sewaktu kedatangan Sri ke kantor suaminya tersebut, persinya di kantin. Saat itu Hendra malah coba berlindung dibalik tubuh Rini. Cerita Sri lagi, Rini yang diketahui menetap di Jalan Karya Sari itu, sempat membuat hatinya semnakin panas dengan mengatakan dirinya (Rini-red) bebas pacaran dengan siapa saja.

Akibatnya, antara Rini dan Sri yang sama-sama telah memiliki anak 2 tersebut terlibat perkelahian mulut. Melihat perkelahian itu, Hendra malah terkesan membiarkannya. Belum lagi orang tua Rini yang pada saat itu berada di tempat, terus membela anaknya.

Perkelahian terhenti karena keduanya sadar telah menjadi tontonan pegawai yang ada di tempat itu. Saat itu Hendra sempat memberikan ciuman kepada Sri, istri yang telah setahun dilupakannya itu. Namun itu tak mampu meluluhkan rasa sakit hati Sri.

"Aku gak takut diceraikan. Tapi aku menuntut hak anak-anakku yang masih kecil. Mereka butuh bapak dan biaya pendidikan kelak. Sementara dia tega meninggalkan kami untuk menyenangkan janda itu. Di mana otaknya sebagai suami dan bapak. Dia mau membiayai anak orang lain dari pada anak sendiri," ujar Sri yang sempat mendengar ucapan suaminya Hendra, yang ingin menggugat cerai dirinya, seusai keajdian perkelahiannya dengan Rini.

>> Awalnya Sri Coba Bertahan

Pengakuan Sri, sudah setahun belakangan dirinya mencurigai perilaku buruk suaminya. Namun sebagai seorang ibu dan istri, Sri harus sabar. Demi mempertahankan bahtera rumah tangga yang telah dibina sekira 10 tahun itu.

Sri yang menetap di kawasan daerah Titi Kuning Medan Johor ini, tak mempermasalahkan kelakukan nakal suaminya itu. Dengan alasan agar tetap dapat mencurahkan kasih sayang keluarga terhadap kedua putrinya yang baru berusia sekira 8 tahun dan 5 tahun tersebut.

Namun sebaliknya, ketabahan Sri malah dimanfaatkan Hendra untuk lebih leluasa berpacaran dengan wanita idaman lainnya. Ternyata kesabaran Sri akhirnya tertumpah juga.

Awalnya dia tak mau cemburu buta, meskipun Sri mengaku telah melihat sendiri suaminya berboncengan dengan wanita yang telah membuat rumah tangganya hancur. Namun Sri yang sempat menanyakan hal tersebut, sama sekali tak diakui oleh Hendra.

Sampai pada suatu ketika, dia mendengar Hendra semakin nakal dengan memacari Rini. Bukan itu saja, bahkan dia sempat melihat Rini dibonceng Hendra. Ditelepon, Hendra tetap mengelak.

Dia mengaku tidak pernah jalan dengan wanita manapun. Tapi perbincangan antara suami istri ini berujung pertengkaran hebat. Sampai akhirnya Hendra memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama ibunya di Pasar 6 Padang Bulan, setahun yang lalu.

Tapi setelah pertengkaran itu, Hendra semakin intens berhubungan dengan Rini. Bukan saja di kantin kantor, tapi juga di luar. Bahkan beberapa orang kerabat Sri sering melihat Hendra berdandan ala ABG (Anak Baru Gede) dengan kereta Ninja-nya masuk ke kantor saban malam, lalu keluar bersama Rini.

Sebagai seorang istri, Sri kembali tak terima. Kemudian dia melabrak Hendra hingga keributan di antara keduanya kembali terulang. Bahkan diam-diam, Hendra mendaftarkan gugatan perceraiannya dengan Sri. Hal ini membuat Sri marah. Ditambah lagi dengan sikap 'cuek bebek' Hendra yang tak lagi memperdulikan dia dan anak-anaknya. (gus/jhon)
http://www.posmetro-medan.com/?p=4975

:ngakak mau selingkuh dandannya ketara amat :malus