MEDAN-PM
Karena dinilai sangat meresahkan, warga sekitaran Jalan Pelajar, Kec Medan Kota, berhamburan ke jalan. Mereka mengamankan beberapa anggota genk motor yang sedang bentrok dengan anggota kelompok lainnya, Minggu (22/7) sekira pukul 01.00 wib.
Keterangan dihimpun, saat itu sekelompok pemuda yang beranggotakan puluhan orang dengan menaiki sepeda motor melintas di Jalan Pelajar. Karena membuat bising dengan suara knalpot blong sambil menggeber-geber sepeda motornya, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah.
Ternyata kelompok geng motor tersebut tengah bentrok antar sesama geng motor lainnya. Karena merasa resah, warga berusaha membubarkan kelompok kawanan geng motor yang tengah bentrok tersebut.
Melihat warga marah, para anggota geng motor itu berlarian tunggang langgang. Namun warga berhasil mengamankan seorang anggota salah satu genk beserta sepeda motornya yang terjatuh saat hendak melarikan diri.
Lantas, salah seorang warga mengadukan hal ini ke Polsek Medan Kota. Sejurus kemudian, beberapa petugas langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan salah seorang anggota genk motor tersebut.
Selanjutnya, para petugas kembali menyisir beberapa tempat dan kembali berhasil mengamankan 2 orang lagi beserta sebuah sepeda motor yang sedang nongkrong di depan sebuah warnet di Jalan HM Joni Medan, samping Supermarket Irian.
Ketiga orang yang diamankan itu ialah, Asmi asrafi (15) warga Jalan Air Bersih, Dani Barus (16) warga Jalan Selambo dan Boni (16) warga Jalan HM Joni. Ketiganya diamankan dari tempat yang terpisah.
Asmi diamankan dari Jalan Pelajar sementara Dani dan Boni diamankan dari Jalan HM Joni. Saat ditanyai mengenai kejadian tersebut Asmi mengatakan kalau ia adalah anggota geng motor Sekali Libas (SL) yang saat itu sedang konvoi dengan beberapa orang temannya dan kemudian berpapasan dengan anggota geng motor Pelajar Medan City (PMC).
"Aku dari anggota SL bang, tadi kami lagi konvoi. Terus papasan dengan anggota PMC, dilempari kami bang, makanya kami pun melawan balik," ujar pemuda berbaju kotak-kotak ini.
Tambahnya, mereka membubarkan diri dari tawuran itu setelah mau diamuk massa warga sekitar lokasi. "Kami sempat beranam tadi bang dengan anggota PMC, tapi orang-orang di pelajar datang rame-rame lempari kami karena mau perang, makanya kami lari," terangnya.
Sementara Dani dan Boni yang ditanyai berikutnya mengatakan, mereka tidak ada ikut-ikutan dalam bentrok tersebut. "Kami gak ikutan bang, kami bukan anak geng motor PMC. Kami cuma maen warnet aja," kilah keduanya.
Menurut keterangan warga sekitar Jalan Pelajar, Usman (48), aksi genk motor tersebut sangat meresahkan masyarakat, lantaran kerap membuat onar dan kerusuhan. "Kami resah kali, masak tadi orang ini (anggota gemot) mau perang, sambil lempar-lmparan batu. Ya marah lah kami, makanya kami yang bubarkan orang ini," kesal pria berbadan tambun ini.
Setelah diamankan, ketiga anggota geng motor tadi pun dibawa ke polsek medan kota untuk dimintai keterangan, beserta 2 sepeda motor yakni Supra V BK 2005 HU milik Asmi dan Supra Fit BK 6795 UQ milik Dani.
>> Anggota Baru Diplonco
Saat ditanyai apa motivasi mereka bergabung menjadi anggota geng motor, kebanyakan dari jawaban mereka agar disegani dan dihormati oleh orang lain. Namun alangkah terkejutnya wartawan saat ditanyai cara agar bisa menjadi seorang anggota geng motor. Sebab mereka mengaku, wajib mendapat plonco dari senior dengan cara dipukul di dada oleh ketua dan panglima dari anggota geng motor tersebut.
Hal ini pun diketahui dari pernyataan Asmi saat ditanyai tentang cara menjadi anggota geng motor, ia mengatakan untuk menjadi anggota geng motornya yakni SL (Sekali Libas) yang bermarkas di Jalan Pasar Merah ini harus tahan pukul.
"Kalau mau masuk jadi anggota kami bang harus tahan pukul. Yang dipukul bagian dada, kalau yang mukul itu ketuanya dengan panglimanya," ujar pemuda yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP 29 ini.
Tak cuma itu, ia juga mengatakan kalau perminggunya para anggota wajib menyetor uang anggota kepada kelompok sebesar Rp5 ribu untuk biaya iuran keanggotaan. "Uang itu untuk anggota dan kepentingan genk motor. Mana tau ada yang kena pukul saat perang. Ya dari situ uangnya bang," jelas pemuda yang dahi sebelah kirinya diplaster ini.
Namun saat dikantor polisi, ia mengatakan menyesal karena telah bergabung dengan anggota genk motor. "Aku nyesal lah bang, rupanya gini jadi anggota geng motor, udah ketangkap awak, gak ada satu pun yang datang bela. Bagus tak usah jadi anggota geng motor, gak ada juganya rasa solidaritasnya," keluhnya. (bay/jhon)
============
http://www.posmetro-medan.com/?p=4814
============
tahankan lah dek.. pertama sok jagoan geng geng an... skrg nangis darah kan
Karena dinilai sangat meresahkan, warga sekitaran Jalan Pelajar, Kec Medan Kota, berhamburan ke jalan. Mereka mengamankan beberapa anggota genk motor yang sedang bentrok dengan anggota kelompok lainnya, Minggu (22/7) sekira pukul 01.00 wib.
Keterangan dihimpun, saat itu sekelompok pemuda yang beranggotakan puluhan orang dengan menaiki sepeda motor melintas di Jalan Pelajar. Karena membuat bising dengan suara knalpot blong sambil menggeber-geber sepeda motornya, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah.
Ternyata kelompok geng motor tersebut tengah bentrok antar sesama geng motor lainnya. Karena merasa resah, warga berusaha membubarkan kelompok kawanan geng motor yang tengah bentrok tersebut.
Melihat warga marah, para anggota geng motor itu berlarian tunggang langgang. Namun warga berhasil mengamankan seorang anggota salah satu genk beserta sepeda motornya yang terjatuh saat hendak melarikan diri.
Lantas, salah seorang warga mengadukan hal ini ke Polsek Medan Kota. Sejurus kemudian, beberapa petugas langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan salah seorang anggota genk motor tersebut.
Selanjutnya, para petugas kembali menyisir beberapa tempat dan kembali berhasil mengamankan 2 orang lagi beserta sebuah sepeda motor yang sedang nongkrong di depan sebuah warnet di Jalan HM Joni Medan, samping Supermarket Irian.
Ketiga orang yang diamankan itu ialah, Asmi asrafi (15) warga Jalan Air Bersih, Dani Barus (16) warga Jalan Selambo dan Boni (16) warga Jalan HM Joni. Ketiganya diamankan dari tempat yang terpisah.
Asmi diamankan dari Jalan Pelajar sementara Dani dan Boni diamankan dari Jalan HM Joni. Saat ditanyai mengenai kejadian tersebut Asmi mengatakan kalau ia adalah anggota geng motor Sekali Libas (SL) yang saat itu sedang konvoi dengan beberapa orang temannya dan kemudian berpapasan dengan anggota geng motor Pelajar Medan City (PMC).
"Aku dari anggota SL bang, tadi kami lagi konvoi. Terus papasan dengan anggota PMC, dilempari kami bang, makanya kami pun melawan balik," ujar pemuda berbaju kotak-kotak ini.
Tambahnya, mereka membubarkan diri dari tawuran itu setelah mau diamuk massa warga sekitar lokasi. "Kami sempat beranam tadi bang dengan anggota PMC, tapi orang-orang di pelajar datang rame-rame lempari kami karena mau perang, makanya kami lari," terangnya.
Sementara Dani dan Boni yang ditanyai berikutnya mengatakan, mereka tidak ada ikut-ikutan dalam bentrok tersebut. "Kami gak ikutan bang, kami bukan anak geng motor PMC. Kami cuma maen warnet aja," kilah keduanya.
Menurut keterangan warga sekitar Jalan Pelajar, Usman (48), aksi genk motor tersebut sangat meresahkan masyarakat, lantaran kerap membuat onar dan kerusuhan. "Kami resah kali, masak tadi orang ini (anggota gemot) mau perang, sambil lempar-lmparan batu. Ya marah lah kami, makanya kami yang bubarkan orang ini," kesal pria berbadan tambun ini.
Setelah diamankan, ketiga anggota geng motor tadi pun dibawa ke polsek medan kota untuk dimintai keterangan, beserta 2 sepeda motor yakni Supra V BK 2005 HU milik Asmi dan Supra Fit BK 6795 UQ milik Dani.
>> Anggota Baru Diplonco
Saat ditanyai apa motivasi mereka bergabung menjadi anggota geng motor, kebanyakan dari jawaban mereka agar disegani dan dihormati oleh orang lain. Namun alangkah terkejutnya wartawan saat ditanyai cara agar bisa menjadi seorang anggota geng motor. Sebab mereka mengaku, wajib mendapat plonco dari senior dengan cara dipukul di dada oleh ketua dan panglima dari anggota geng motor tersebut.
Hal ini pun diketahui dari pernyataan Asmi saat ditanyai tentang cara menjadi anggota geng motor, ia mengatakan untuk menjadi anggota geng motornya yakni SL (Sekali Libas) yang bermarkas di Jalan Pasar Merah ini harus tahan pukul.
"Kalau mau masuk jadi anggota kami bang harus tahan pukul. Yang dipukul bagian dada, kalau yang mukul itu ketuanya dengan panglimanya," ujar pemuda yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP 29 ini.
Tak cuma itu, ia juga mengatakan kalau perminggunya para anggota wajib menyetor uang anggota kepada kelompok sebesar Rp5 ribu untuk biaya iuran keanggotaan. "Uang itu untuk anggota dan kepentingan genk motor. Mana tau ada yang kena pukul saat perang. Ya dari situ uangnya bang," jelas pemuda yang dahi sebelah kirinya diplaster ini.
Namun saat dikantor polisi, ia mengatakan menyesal karena telah bergabung dengan anggota genk motor. "Aku nyesal lah bang, rupanya gini jadi anggota geng motor, udah ketangkap awak, gak ada satu pun yang datang bela. Bagus tak usah jadi anggota geng motor, gak ada juganya rasa solidaritasnya," keluhnya. (bay/jhon)
============
http://www.posmetro-medan.com/?p=4814
============
tahankan lah dek.. pertama sok jagoan geng geng an... skrg nangis darah kan