[ X ] Close

Jumat, 20 Juli 2012

Fauzi-Nara Justru Korban Isu SARA di Pilgub DKI

Fauzi-Nara Justru Korban Isu SARA di Pilgub DKI

[imagetag]
Oleh: Renny Sundayani
metropolitan - Jumat, 20 Juli 2012 | 01:39 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB), memastikan pasangan Calon Gubernur Fauzi-Nachrowi tidak menggunakan kampanye hitam dengan menghembuskan isu SARA, untuk mendapatkan simpati masyarakat.

"Sejak awal kampanye putaran satu Timses Fauzi-Nachrowi tidak pernah menggunakan kampanye hitam yang berbau SARA," ujar Ketua KIMB Ramdan Alamsyah, dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Ramdan Alamsyah malah beranggapan, justru sejak awal kampanye putaran pertama Fauzi-Nachrowi , sudah menjadi korban kampanye hitam.

"Yang salah satunya adalah mengidentikan Fauzi dengan Nazaruddin dengan kalimat satu guru satu ilmu disebarkan melalui poster dan uang mainan," kata Alamsyah.

Lebih lanjut, Ramdan mengtakan, belakangan tersebar isu yang seolah-olah dikirimkan oleh kubu Fauzi-Nachrowi menyerang pasangan Jokowi -Ahok dengan isu agama maupun isu etnik tertentu. "Hal ini sudah mencederai alam demokrasi kita dan kami tegaskan itu bukan dari timses atau pun pihak tim pemenang Fauzi-Nachrowi," ujar Ramdan.

Dia lantas memastikan, sebagai salah tim sukses, ia mengerti aturan dan sangat antiterhadap isu kampanye hitam yang di hembuskan menyerang dengan merendahkan ataupun melecehkan etnis atau agama tertentu,

"Banyak juga beredar di BBM mauapun internet foto-foto Pak Fauzi yang di sandingkan dengan hitler, maupun dengan para koruptor, editan foto yang seolah-olah kumis Pak Fauzi akan dicukur oleh Jokowi dll yang sangat merugikan pencitraan di masyarakat," kata Ramdan.

Menurut Ramdan, kampanye hitam yang mengusung isu SARA, sangat tidak mendidik masyarakat untuk berpolitik yang baik dan santun.

"Oleh karenanya KIMB meminta seluruh masyarakat untuk tidak menggunkana isu sara maupun melecehkan etnis tertentu dalam meraup suara di putaran 2 nanti. Timses Fauzi-Nachrowi adalah kumpulan orang-orang cerdas dan intelek yang menggunakan akal sehat untuk memenangkan putaran 2 nanti, jangan sampai ada istilah nanti maling teriak maling, untuk menutupi kesalahannya buat laporan duluan agar seolah-olah benar," ujar Ramdan.[jat]

http://metropolitan.inilah.com/read/...-di-pilgub-dki

Quote:

Setuju pak, jangan memakai SARA.... tapi bagaimana dgn komentar2 yg dilontarkan oleh kader demokrat yg mengarah ke arah SARA, kenapa bapak tidak memperingatkan?? bukankah Pak Foke adalah anggota Dewan pembina partai demokrat ??

Quote:

Mengarah kesukuan...
Foke Kalah, Orang Jawa di Jakarta Disalahkan

Kamis, 12 Juli 2012 | 11:28
Sekarang lebih banyak suku Jawa tinggal di ibu kota, dibandingkan suku Betawi yang dikenal sebagai basis massa pendukung Foke.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena mengungkapkan kekalahan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) karena sekarang lebih banyak suku Jawa tinggal di ibu kota, dibandingkan suku Betawi yang dikenal sebagai basis massa pendukung Foke

"Ya namanya kadang-kadang di dunia politik banyak yang tidak bisa diperkirakan," kata Melani, menjawab wartawan soal penyebab kekalahan perolehan suara Foke-Nara dibanding pasangan Jokowi-Ahok, yang diusung Gerindra-PDIP, dalam hasil perhitungan cepat, atau quick count.

Menurut Melani, Partai Demokrat mengakui kekalahan Foke-Nara ini memang mengejutkan. Untuk itu, lanjut dia, tim Foke-Nara harus bekerja keras untuk persiapan putaran kedua. "Ya hasilnya tidak seperti yang kami sangka tentunya ada putaran kedua," ujar dia, ketika ditemui di gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Lebih jauh, Melani menambahkan kekalahan calon gubernur petahana (incumbent) pada putaran pertama ini dimungkinkan akibat kurangnya sosialisasi pencapaian yang dilakukan Foke selama ini.

Terkait koalisi Foke dengan partai lain di putaran kedua Pemilukada DKI nanti, Melani mengatakan partai akan menyerahkan pada calon petahana tersebut. "Ya kami tetap optimis saja," tandas dia.
Penulis: Ezra Sihite/ Wisnu Cipto
http://www.beritasatu.com/megapolita...isalahkan.html
Quote:

Mengarah agama tertentu....