[ X ] Close

Selasa, 24 Juli 2012

Arab Saudi Diguncang Demontrasi, Rakyatnya Menuntut Keadilan

Rakyat Arab Saudi kembali turun ke jalan di provinsi tengah, al-Qasim untuk menyuarakan dukungan mereka bagi tahanan politik yang ditahan di penjara kerajaan.

Saat protes yag pecah di kota Buraydah, pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang rezim Al Saud dan menyerukan pembebasan segera para tahanan politik. "Bangsa ini menginginkan pembebasan tahanan," teriak mereka.

Di antara pengunjuk rasa terdapat keluarga aktivis yang ditahan dalam penjara al-Ha'ir, yang terletak sekitar 25 km sebelah selatan ibukota Riyadh.

Mereka menyatakan prihatin atas kondisi kesehatan orang yang mereka cintai menyusul laporan tentang penganiayaan yang dilakukan sipir penjara terhadap tahanan.

Sejak awal 2011, kerajaan Arab Saudi menghadapi protes anti-rezim secara kontinyu yang menuntut kebebasan sosial yang lebih besar, termasuk kebebasan berbicara dan berkumpul, reformasi politik, dan mengakhiri diskriminasi yang meluas.

Daerah Qatif dan Awamiyah di wilayah kaya minyak provinsi Timur menjadi sasaran tindakan keras petugas keamanan yang berupaya memberangus protes damai rakyat.

Gelombang baru protes di Qatif dimulai sejak pasukan keamanan menangkap dua warga tokoh di kawasan tersebut dan seorang warga berusia 60 tahun. Aksi itu dalam rangka menekan kerabat mereka yang tertangkap dan juga para aktivis untuk menyerah kepada aparat.

Sejak penangkapan tersebut, ratusan warga berkumpul di luar gedung markas polisi di Qatif, menuntut pembebasan segera para tahanan. Aparat membubarkan massa dengan menggunakan kekerasan.

Para aktivis Saudi menyatakan lebih dari 30 ribu tahanan politik mendekam di berbagai penjara di negara ini. Menurut aktivis hak asasi manusia, sebagian besar tahanan politik itu adalah para cendikiawan yang dijebloskan ke penjara tanpa melalui proses pengadilan dan mereka ditangkap hanya karena alasan mencurigakan.

Beberapa di antara tahanan politik itu telah mendekam di penjara tanpa melalui pengadilan selama lebih dari 16 tahun. Pemerintah Saudi sering mendapat kritikan pedas kelompok hak asasi manusia. Namun negara-negara Barat bungkam atas pelanggaran hak asasi manusia di negara Arab itu.

http://www.republika.co.id/berita/in...turun-ke-jalan

Satu satunya rezim pendukung Israel di Arab sudah mulai digoyang demonstrasi. Keruntuhan Israel sudah semakin dekat. Ghoyim siap siap membela majikan pergi ke Israel. Dijamin ghoyim akan mencari banyak alasan untuk menolak karena takut mati. :ngakaks